Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, February 26, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Virus Corona Ancaman Besar bagi Maskapai Penerbangan

Ilustrasi. Sumber foto: darwinairline.comIlustrasi. Sumber foto: darwinairline.com

Topcareer.id – Virus corona yang jadi wabah global menjadi ancaman terbesar bagi industri perjalanan dan penerbangan.

Dua maskapai Amerika Serikat, Delta Air Lines dan American Airlines mengumumkan pemangkasan penerbangan yang lebih menyeluruh dan melakukan langkah-langkah penghematan biaya lainnya sebagai imbas dari virus corona.

Pihak Delta mengatakan akan mengurangi penerbangan internasional sebanyak 25% dan kapasitas domestik antara 10% dan 15%, di antara beberapa pemotongan yang diumumkan di Amerika Serikat sejauh ini.

Amerika akan memangkas 10% dari puncak penerbangan internasional musim panas. Ini jadi salah satu tanda paling jelas bahwa eksekutif maskapai penerbangan memprediksi bahwa dampak virus corona pada bisnis bertahan lebih lama dari yang diharapkan.

Baca juga: Tom Hanks dan Istri Positif Corona Saat di Australia

Itu termasuk pemotongan 55% untuk kapasitas terbang trans-Pasifik karena permintaan perjalanan di seluruh Asia merosot. Ini juga akan memangkas kapasitas domestik April sebesar 7,5%. Amerika, yang sudah menangguhkan layanan ke daratan China selama beberapa minggu, memperpanjang kebijakan itu hingga Oktober.

Akan terus memburuk

Pemangkasan jam operasi ini mengikuti langkah-langkah serupa yang diambil oleh maskapai AS lain, United dan JetBlue minggu lalu.

Presiden Donald Trump mengatakan pemerintahannya bekerja sama dengan industri-industri yang sangat terpukul oleh virus corona, termasuk maskapai penerbangan, hotel, dan jalur pelayaran, tetapi dia tidak memberikan secara spesifik tentang seperti apa bentuk bantuan itu.

Baca juga: Setelah Italia Isolasi Total Akibat Corona Semakin Meluas

CEO Delta Ed Bastian mengatakan pada Konferensi Industri JP Morgan, pemesanan telah menurun tajam dalam beberapa hari terakhir karena meningkatnya kasus virus corona yang dilaporkan di Amerika Serikat, dan tren pemesanan kemungkinan akan memburuk.

“Ketika virus menyebar ke luar Asia, Delta mencatat 25% hingga 30% penurunan dalam pemesanan bersih dan dipersiapkan untuk menjadi lebih buruk,” kata Bastian dikutip dari laman CNBC.  

“Kami memperkirakan erosi permintaan akan berlanjut dalam waktu dekat dan telah membangun rencana yang memprioritaskan generasi arus kas bebas dan menjaga likuiditas.” *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply