Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, January 18, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Sekolah dan Kampus Tutup karena Wabah Virus Corona

Universitas Harvard. (dok. OYA School)

Topcareer.id – Penyebaran virus corona di dunia belum berhenti, bahkan semakin meluas. Setidaknya virus ini sudah menginfeksi 134.748 orang dari 127 negara (worldometers, 13/3/2020). Wabah yang berasal dari Wuhan, China ini juga memaksa sekolah dan kampus ditutup untuk mencegah penyebaran virus.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 363 juta siswa dipengaruhi oleh penutupan terkait virus di seluruh dunia.

Sekolah tutup di sebagian besar negara Eropa

Dikutip dari The Guardian, sekolah ditutup di sebagian besar Eropa. Prancis, Irlandia, Denmark, Norwegia, Lithuania, Aljazair dan Slovakia bergabung dengan daftar negara yang mematikan sistem sekolah mereka.

Di Lithuania, sekolah, nurseries dan universitas ditutup. Di Moldova semua sekolah dan universitas juga ditutup karena virus corona. Beberapa negara di Eropa lainnya yang menutup sekolah juga universitas, yakni Polandia, Makadonia Utara, Italia, Yunani, Republik Ceko, dan Albania.

Baca juga: Efek Corona, Maskapai Penerbangan Hentikan Perekrutan, Potong Gaji dan Rumahkan Karyawan

Negara lainnya di Eropa hanya menutup sekolah di beberapa kota. Seperti di Bosnia, sekolah dan universitas ditutup di wilayah Serbia. Lalu sekolah-sekolah di wilayah Istria, Kroasia juga ditutup. Di Portugal, sekolah dan ruang publik ditutup di kota utara Felgueiras dan Lousada.

Perguruan tinggi dan universitas di seluruh AS membatalkan kelas

Laporan dari CNN, universitas-universitas dari California hingga New York telah menutup ruang-ruang kampus karena virus corona telah mempengaruhi lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia dan penyebarannya telah berubah menjadi pandemi.

Pembatalan awalnya difokuskan di negara bagian dan daerah yang paling parah terkena virus, termasuk wilayah Seattle, California dan New York. Beberapa sekolah memberi tahu siswa untuk tidak kembali ke kampus selama 14 hari setelah mereka kembali dari negara bagian mereka.

Dan banyak universitas mengeluarkan panduan untuk menghindari perjalanan ke China, Italia, dan Korea Selatan, saat mahasiswa sedang atau akan pergi liburan musim semi. Kampus-kampus yang mengumumkan penutupan karena coronavirus antara lain:

Baca juga: Waspada Virus Corona, Car Free Day Jakarta Ditiadakan

Kampus Universitas California: Irvine, Santa Barbara, Los Angeles, San Diego, Riverside, Berkeley, dan Davis

California: Stanford, Cal State Long Beach, Universitas Negeri San Diego, USC, Universitas Negeri San Francisco

Washington: Universitas Washington, Universitas Seattle

New York: Kolumbia, Universitas New York, Barnard, Hofstra

Massachusetts: MIT, Universitas Harvard, UMass Amherst

New Jersey: Princeton

Carolina Utara: Universitas Duke

Ohio: Universitas Negeri Ohio

Leave a Reply