Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, April 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Wabah Corona, Warga Keturunan China di Prancis dan Kanada Alami Rasisme

Warga keturunan China. (dok. BBC)

Topcareer.id – Orang-orang keturunan China di Prancis mengeluh di media sosial terhadap reaksi keras terhadap mereka yang dianggap sebagai penyebab wabah virus corona.

Rasisme anti-Asia telah dilaporkan di Inggris dan di tempat lain, dan sekarang orang-orang Asia di Prancis telah mengeluhkan pelecehan yang dilakukan pada mereka di transportasi umum dan media sosial.

Mereka telah menggunakan tagar “JeNeSuisPasUnVirus” (Saya bukan virus). Ada protes ketika surat kabar lokal Le Courier Picard menggunakan berita utama dengan judul “Alerte jaune” dan “Le péril jaune?” (Bahaya kuning?), Lengkap dengan gambar seorang wanita China mengenakan masker.

Koran itu dengan cepat meminta maaf, mengatakan itu tidak bermaksud menggunakan beberapa “stereotip Asia terburuk”.

Baca juga: Imbas Corona, Sekitar 5 Juta Orang di China Kehilangan Pekerjaan

Stéphane Nivet, kepala Licra (Liga Internasional melawan rasisme dan anti-Semitisme), mengatakan tidak ada surat kabar yang berani menggunakan tajuk “Siaga Hitam” karena bisa menimbulkan masalah rasial.

Dikutip dari Bbc.com, Selasa (17/3/2020) Ketika tagar telah menyebar di media sosial, seorang wanita asia bernama Cathy Tran, menceritakan ia mendengar dua pria saling berbincang di dekatnya dalam perjalanan pergi bekerja “Hati-hati, seorang gadis China akan mendatangi kita.”

Kepada BBC, Tran mengungkapkan juga di tempat lain saat dalam perjalanan pulang dari kerja, seorang pria dengan motor skuter melewatinya dan menyuruhnya memakai masker.

Anti China di Kanada

Seorang pria bernama Lou Chengwang mengimbau di Twitternya: “Saya orang China dan saya bukan virus! Saya tahu kita semua takut pada virus, tapi mohon jangan pelihara prasangka buruk.”

Baca juga: 10 Aplikasi Penunjang Kerja dari Rumah karena Wabah Corona

Banyak yang mencatat bahwa bukan hanya orang Tionghoa Prancis yang distigmatisasi. Orang China di Kanada pun juga takut akan stigma ini. Ada kekhawatiran di kalangan komunitas Cina-Kanada bahwa apa yang terjadi selama berjangkitnya sindrom pernapasan akut (SARS) akibat virus corona di Toronto tahun 2002 silam dapat terjadi lagi.

Anggota dewan kota dan tokoh masyarakat Cina di Toronto mendesak warga, pada konferensi pers pada hari Rabu, untuk tidak menyalahkan atau mendiskriminasi penduduk keturunan Asia di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona.

Menjelang puncak wabah, mantan perdana menteri Kanada Jean Chrétien menyempatkan diri pergi makan siang di Chinatown Toronto, untuk menunjukkan bahwa tidak ada alasan untuk menghindari bisnis dengan orang-orang Asia.

Justin Kong, Executive director of the Toronto chapter of the Chinese Canadian National Council, mengatakan pada BBC, “Ada ketakutan dalam masyarakat tentang penyakit dan ketakutan ini menyebabkan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari, hal ini akan berdampak pada industri, pekerja, dan usaha kecil serta masyarakat luas”. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply