Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, January 26, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Majalah Playboy Stop Edisi Cetak, Salahkan Virus Corona

Cover majalah Playboy. (dok. Guardian)

Topcareer.id – Majalah Playboy memutuskan menghentikan edisi cetak. Edisi terakhirnya, edisi musim semi 2020, yang dijadwalkan terbit minggu ini di Amerika serikat merupakan edisi terakhir. Virus corona yang tengah mewabah jadi kambing hitam.

Dalam pengumuman lewat surat terbuka yang diunggah ke laman Medium, seperti diwartakan Guardian, Kamis (19/3/2020), CEO Playboy Enterprise Ben Kohn mengatakan keputusan menghentikan edisi cetak telah didiskusikan sejak lama internal. Namun, perkembangan mutakhir terkait wabah virus corona mempercepat keputusan ini. Sejak 2019, majalah Playboy yang semula terbit bulanan diubah jadi empat bulanan.

“Karena virus corona mengganggu rantai produksi dan distribusi menjadi makin jelas, kami harus mempercepat apa yang kami diskusikan secara internal: bagaimana produk majalah cetak kami cocok dengan kemauan konsumen hari ini,” tulis Kohn. Diputuskan, majalah cetak akan bertransformasi jadi produk digital.

Baca juga: Cerita Mahasiswa IPB Positif Corona dari Ayahnya

Majalah Playboy didirikan Hugh Hefner tahun 1953. Sejak itu, majalah tersebut berkembang jadi brand global, merambah jadi acara TV, merchandise, resort dan klub malam, studio rekaman, dan event organizer. Majalah itu menampilkan artikel-artikel berbobot yang ditulis penulis jempolan seperti Joyce Carol Oates, James Baldwin, Margaret Atwood dan Saul Bellow.

Namun, yang paling diingat orang dari majalah itu adalah halaman tengahnya yang menampilkan cewek telanjang bulat.

Pada 2016, majalah itu mencoba tak menampilkan wanita telanjang. Alasannya, pornografi di internet telah demikian masif dan majalah yang ditujukan bagi pembaca yang usianya lebih muda akan lebih gampang mencari iklan. Namun, langkah itu kemudian dikoreksi pada Februari 2017. Sementara itu, September di tahun yang sama Hugh Hefner, sang pendiri, tutup usia.*

the authorAde Irwansyah

Leave a Reply