Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, April 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

9 Tips untuk Jurnalis Cegah Stres saat Meliput Virus Corona

Ilustrasi. (dok,. NYTimes)

Topcareer.id – Dokter dan pekerja medis yang berkaitan langsung dengan pasien corona rentan alami stres. Tak hanya mereka, ada profesi lain yang juga rentan stres gara-gara virus corona ini. Mereka adalah jurnalis yang selalu meliput dan update berita soal wabah ini.

Seorang Broadcast Jurnalis Amerika Ai Tompkins menulis dalam Poynter, ia mendengar dari para jurnalis lainnya bahwa mereka menghabiskan sepanjang hari berbicara dengan para ahli dan narasumber terkait virus corona.

Ai bersama istrinya seorang psikoterapis berlisensi, Sidney Tompkins berbagi tips menghadapi stres atau traumatis bagi para jurnalis yang kesehariannya bergelut seputar virus corona COVID-19.

Baca juga: Kita Wajib Belajar dari Korea Selatan Bendung Penyebaran Virus Corona

1. Kamu bahkan bersikap lebih baik terhadap coffeemaker daripada diri sendiri

Setidaknya kamu mematikan pembuat kopi saat tidak menggunakannya. Kisah virus ini mengikuti kalian, para jurnalis, sepanjang waktu, dalam kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Kamu harus secara sadar unplug dari liputan berita untuk bagian yang dijadwalkan hari ini.

2. Kamu mungkin kurang tidur

Hal terakhir yang kamu lakukan sebelum tidur adalah memeriksa telepon. Kamu mungkin juga memeriksanya di tengah malam dan segera setelah kamu bangun. “Jangan biarkan cakupan virus menjadi hal terakhir yang kamu pikirkan sebelum tidur. Coba tenangkan diri pelan-pelan,” tulis Ai dan Sidney dalam Poynter.

3. Kamu melihat informasi yang mengganggu sepanjang hari

Pengulangan itu mendasari stres traumatis. Sepanjang hari membaca tentang orang yang sakit, sekarat dan khawatir. Kamu melihat data dan prediksi yang mengganggu. Kalau mungkin sekali saja, coba kamu abaikan sebagai sesuatu yang terjadi dan telah berakhir.

4. Setel ulang

Simpan benda-benda di dekatmu yang akan mengingatkanmu tentang seperti apa penampilan “normal”. Misal foto anak, orangtua, ata keluarga di dompet.  Setelah menghabiskan waktu untuk menutupi hal yang tidak menyenangkan yang telah amu liput, atur ulang pikiran untuk mengingat bahwa situasi ini tidak normal. Tentara dan polisi melakukan ini.

Baca tips lainnya di halaman berikut>>

hildailhamil@gmail.com'

Leave a Reply