Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, January 18, 2021
redaksi@topcareer.id
Kerja Dari Rumah

Pandemi Corona Berisiko Tingkatkan Kasus Perceraian

Ilustrasi. (dok. Deccan Herald)

Topcareer.id – Dalam periode yang lama bersama-sama dapat membuktikan sebuah hubungan, bahkan putusnya hubungan. Di tengah pandemi virus corona ini, ada studi baru bahwa “dikurung” membuat tingkat perceraian naik.

Ini adalah argumen yang dibuat oleh pengacara perceraian terkemuka Inggris Baroness Fiona Shackleton dari Belgravia di parlemen Inggris minggu lalu. Dia mengatakan bahwa pengacara di sektor ini telah memperkirakan kemungkinan kenaikan tingkat perceraian setelah “dikurung sendiri.”

“Masa puncak kami adalah setelah lama terpapar selama liburan musim panas dan selama Natal. Orang hanya perlu membayangkan bagaimana jadinya ketika keluarga dikunci di rumah untuk jangka waktu yang lama,” kata dia dalam CNBC Make It.

Baca juga: Selain Covid-19, Ini Virus yang Sebabkan Jutaan Nyawa Warga Dunia Melayang

Hardeep Dhillon, konsultan pengacara hukum keluarga di Richard Nelson, mengatakan bahwa setelah Natal firma hukum Inggris mencatat kenaikan 230% dalam pencarian internet, “Saya ingin bercerai.”

Dia memprediksi tren yang sama di Inggris, terutama setelah laporan kenaikan pasangan yang ingin berpisah di Cina, di mana wabah virus berasal dan orang-orang telah terkunci lebih lama.

Dhillon menyampaikan, seperti Natal, lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama dalam isolasi diri akan membuat ketegangan pada hubungan “di mana masalah sudah ada.

Dia menambahkan bahwa tekanan keuangan saat Natal sebanding dengan perasaan ketidakpastian tentang uang, pekerjaan dan kesehatan yang diciptakan oleh wabah virus corona, diperparah oleh kenyataan bahwa kebutuhan saat ini akan isolasi adalah sesuatu yang belum banyak dialami sebelumnya.

Salma Butt, kepala hukum keluarga di Freeman Harris, juga menyarankan bahwa periode isolasi ini bisa terbukti sulit bagi pasangan karena tidak terlihat akhir yang jelas.

“Menghadiri sekolah, bekerja, bertemu keluarga dan teman-teman, bersosialisasi sangat penting bagi kesehatan mental dan fisik seseorang. Dengan demikian, membatasi kebebasan itu, meskipun untuk kepentingan bangsa, niscaya akan memiliki efek mendalam pada keluarga terkurung di rumah tanpa outlet untuk melepaskan frustrasi mereka.”

Pressure tunggu meledak

Ayesha Vardag, pendiri pengacara perceraian Vardags, mengatakan dia berharap telepon perusahaan tak banyak berdering ketika krisis virus corona melanda, dengan latar belakang ketidakpastian ekonomi dan rasa takut mengambil langkah besar di masa liar dan menakutkan.

Namun, dia mengatakan bahwa biro hukumnya telah melihat peningkatan permintaan dari pasangan yang hanya merasa mereka tidak dapat menanggung hari lain dengan orang yang tidak lagi mereka cintai, terkurung bersama 24/7, bahkan untuk membenci.

“Sering terjebak di tempat yang terbatas … itu bisa menjadi pressure cooker yang menunggu untuk meledak,” tambahnya.

Vardag mengatakan perusahaannya juga telah melihat lebih banyak pertanyaan terkait sengketa pengasuhan anak di tengah krisis virus corona. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply