Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, June 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Harga Minyak Jatuh di Angka Terendah Sejak 18 Tahun Terakhir

Ilustrasi. (dok. MEFNA)

Topcareer.id – Waduuuh….Harga minyak jatuh ke posisi terendah dalam 18 tahun terakhir. Angkanya di bawah USD21 per barel kemarin karena wabah virus corona menjatuhkan permintaan. Bahkan, ada kekahwatiran bahwa minyak mentah bisa turun hingga USD10.

Kekhawatiran itu bisa saja terjadi karena dunia kehabisan ruang menyimpan minyak yang tidak digunakan selama virus mewabah.

Kemerosotan lebih lanjut dapat memberikan pukulan besar bagi penabung jika itu berarti raksasa minyak seperti BP (perusahaan minyak bumi bermarkas di London) dan Shell harus mempertimbangkan pemotongan dividen mereka.

Baca juga: Pandemi Corona Pukul Ekonomi,CEO di Seluruh Dunia: Badai Pasti Berlalu

Banyak dana investasi dan program pensiun mengandalkan pembayaran yang besar dari perusahaan energi. Permintaan minyak telah anjlok selama pandemi virus corona karena pembatasan perjalanan yang luas dan lockdown memangkas kebutuhan bahan bakar jet dan bensin.

Minyak diperdagangkan pada USD69 per barel pada awal tahun ini tetapi telah turun sekitar dua pertiga. Harga merosot sebanyak 12 persen kemarin, mencapai posisi terendah USD 20,77, level yang tidak terlihat sejak 2002.

Dunia mengkonsumsi sekitar 100 juta barel minyak sehari sebelum wabah virus corona, tetapi analis Goldman Sachs percaya ini akan turun seperempat, atau 26 juta barel pada minggu ini.

Baca juga: Jurus Jokowi agar Ekonomi Tetap Berputar di Tengah Pandemi Corona

Secara teori, ada cukup penyimpanan untuk bertahan selama sembilan bulan, tetapi kendala di banyak fasilitas membuat waktu yang diperhitungkan itu akan memendek menjadi hanya beberapa bulan.

Beberapa kilang telah ditutup dan banyak perusahaan telah menghentikan produksinya. Goldman juga telah memperingatkan, kondisi ini dapat menyebabkan kekurangan besar dan lonjakan harga, begitu pembatasan perjalanan dikurangi.

Shell dan BP membayar 18,3 miliar poundsterling kepada investor melalui dividen (hasil keuntungan) tahun lalu. Tetapi beberapa investor mengatakan bahwa pemotongan dividen akan menjadi pilihan yang lebih baik daripada membangun lebih banyak utang.

“Dalam jangka panjang, pantas untuk memotong dividen,” Jeffrey Germain, seorang direktur di Brandes Investment Partners, yang berinvestasi di perusahaan-perusahaan minyak Eropa, dikuti dari This Is Money. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply