TopCareerID

Penerbangan Sepi Karena Corona, Maskapai Potong Gaji Karyawan

Pesawat Emirates Airline. (dok. Aviatren)

Topcareer.id – Dunia penerbangan jadi industri yang sangat terpukul akibat pandemi corona yang melanda seluruh dunia. Pemberlakukan lockdown, social dan physical distancing, serta ketakutan tertular virus mengakibatkan banyak penerbangan dibatalkan dan pesawat diparkir.

Ini yang antara lain dialami maskapai besar Emirates Group. Mereka menangguhkan sebagian besar penerbangan penumpang dan hanya mempertahankan operasi kargonya akibat dampak virus corona.

Maskapai yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab ini menghentikan sebagian besar layanan penumpang pada 25 Maret. Setelah awalnya mengatakan akan menangguhkan semua penerbangan penumpang, perusahaan ini mengubah pernyataannya Minggu (29/3) malam.

Baca juga: Efek Corona, Air Asia Hentikan Semua Penerbangan Mulai 1 April

Mereka mengatakan akan terus mengoperasikan penerbangan penumpang hanya ke 13 tujuan sebagai tanggapan atas permintaan dari pemerintah.

Ke-13 tujuan tersebut adalah penerbangan ke Inggris, Swiss, Hong Kong, Thailand, Malaysia, Filipina, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Australia, Afrika Selatan, Amerika Serikat dan Kanada.

Emirates juga mengambil sejumlah langkah besar lain seperti pemotongan biaya operasional, mengurangi operasi di divisi layanan udara, dan pemotongan sementara untuk gaji pokok sebagian besar karyawannya.

Pengumuman ini muncul ketika maskapai penerbangan di seluruh dunia bergulat dengan anjloknya bisnis penerbangan komersial karena permintaan untuk perjalanan udara turun drastis di tengah pandemi Covid-19.

Maskapai penerbangan di AS mengatakan mereka telah melihat “virtual shutdown” dalam perjalanan domestik udara, dan beberapa bertanya-tanya apakah pejabat federal akan mendaratkan sebagian besar atau semua penerbangan domestik. Industri penerbangan AS membutuhkan sekitar USD 50 miliar bantuan federal untuk menangani krisis.

Baca juga: Wabah Corona, Maskapai Penerbangan Dunia Bingung Parkir Pesawat

“Dunia benar-benar telah dikarantina karena wabah COVID-19,” kata ketua dan CEO Emirates Group HH Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum dalam pernyataannya.

“Sebagai maskapai jaringan global, kami berada dalam situasi di mana kami tidak dapat mengoperasikan layanan penumpang secara aktif sampai negara-negara membuka kembali perbatasan mereka, dan kepercayaan perjalanan kembali. Meskipun kami masih akan mengoperasikan penerbangan kargo yang tetap aktif, Emirates akan menghentikan sementara sebagian besar operasi penerbangan penumpangnya,” kata Sheikh Ahmed.

Mengutip Cnn.com, Rabu (1/4/2020) Emirates tetap mengoperasikan jaringan kargo udara internasionalnya untuk mengangkut “barang penting termasuk pasokan medis” di seluruh dunia.

Penjelasan lebih juah di halaman berikut>>

Gaji dipotong

Untuk mengelola biaya lebih lanjut, Presiden Emirates Tim Clark dan Presiden Dnata Gary Chapman berencana untuk mengambil 100% pemotongan gaji pokok selama tiga bulan.

Emirates juga berencana untuk memotong gaji pokok sebagian besar karyawan sebesar 25% hingga 50% selama tiga bulan. Menurut perusahaan ini adalah langkah untuk menghindari PHK karyawan. Karyawan masih akan menerima “tunjangan lain” selama waktu ini, dan karyawan tingkat junior akan dibebaskan dari pengurangan gaji.

“Daripada meminta karyawan untuk meninggalkan bisnis, kami memilih untuk menerapkan pemotongan gaji dasar sementara karena kami ingin melindungi tenaga kerja kami dan menjaga karyawan kami yang berbakat dan terampil, sebanyak mungkin,” kata Sheikh Ahmed.

Maskapai penerbangan Emirates ingin menghindari pemutusan hubungan kerja. Karena ketika permintaan meningkat lagi, Emirates ingin dapat dengan cepat kembali meningkatkan dan melanjutkan layanan untuk pelanggan.

Selain Emirates, maskapai besar di dunia lainnya juga banyak yang melakukan pemotongan gaji seperti American Airlines Group Inc., Delta Air Lines Inc., dan Norwegian Air Shuttle. Delta Air menunda perekrutan, sementara Norwegian Air melakukan PHK. Kemudian Qantas Airways Ltd., telah meminta semua staf untuk mengambil cuti yang dibayar atau tidak dibayar. United Airlines Holdings Inc. CEO-nya Oscar Munoz merelakan gaji utuhnya selama empat bulan. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version