Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, April 9, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Wabah Corona, Maskapai Penerbangan Dunia Bingung Parkir Pesawat

Parkiran pesawat di California selatan. (dok. LA Times)

Topcareer.id – Siapa sangka saat ini mencari tempat parkir pesawat sangat sulit, mungkin sesulit mencari tempat parkir di mall saat weekend di tanggal muda. Ya, sistem jaringan penerbangan global berubah menjadi ajang perebutan tempat parkir pesawat di darat.

Biasanya ada sebanyak 20.000 pesawat berputar-putar di atas awan saban hari. Namun akibat pandemi global virus corona atau Covid-19, banyak maskapai penerbangan terpaksa mengurangi jam terbang karena jumlah penumpang menurun akibat orang takut bepergian dan tertular virus corona.

Namun, mencari tempat parkir bukan satu-satunya persoaln. Parkiran pesawat di Eropa juga sangat mahal biayanya, harganya bisa mencapai USD 285 atau Rp 4,6 juta per jam.

Baca juga: Cegah Corona, Lion Air Sterilkan Seluruh Pesawat

Awal bulan ini, banyak penerbangan berhenti dengan tiba-tiba akibat pemberlakuan lockdown (penutupan akses keluar dan masuk) di hampir semua negara Eropa. Ini mengakibatkan banyak orang terkunci di negaranya masing-masing di seluruh dunia.

Suara operasional pesawat terbang komersial pun mendadak berhenti dan berubah menjadi keheningan yang menakutkan.

Beberapa maskapai penerbangan hanya mengoperasikan sedikit layanan mereka, dan pengurangan besar-besaran penerbangan trans atlantik pada pertengahan Maret telah menimbulkan reaksi berantai pada pendaratan pesawat.

Maskapai Delta Air Lines telah membatalkan 70% operasi penerbangannya dan memarkir setidaknya setengah dari armadanya atau lebih dari 600 pesawat. “Kami juga akan mempercepat pensiun pesawat yang lebih tua seperti MD-88/90-an kami dan beberapa dari 767-an kami,” kata ketua maskapai itu, Ed Bastian dikutip CNN.

Qantas Australia untuk sementara memarkir 150 pesawatnya, terdiri atas A380, 747, dan B787-9. Pihaknya mengatakan diskusi sedang berlangsung dengan bandara dan pemerintah tentang parkir untuk pesawat ini.

Bos Qantas Alan Joyce mencatat bahwa upaya untuk menahan penyebaran virus corona telah menyebabkan penurunan besar dalam permintaan perjalanan menggunakan pesawat.

Di Jerman, Lufthansa Group mengurangi kapasitas tempat duduk pada rute jarak jauh hingga 90%. Dan untuk jadwal 29 Maret hingga 24 April mengumumkan bahwa total 23.000 penerbangan jarak pendek, menengah dan panjang telah dibatalkan.

Pesawat murah Eropa Ryanair mempertimbangkan untuk mengurangi kapasitas kursi hingga 80% selama bulan April dan Mei, dan mengakui dalam sebuah pernyataan perusahaan bahwa parkiran pesawat yang penuh tidak dapat dikesampingkan.

Dengan begitu banyak maskapai besar mengurangi kapasitas, di mana semua pesawat itu akan disimpan?

Baca halaman berikutnya>>

rinoprasetyo16@gmail.com'
the authorRino Prasetyo

Leave a Reply