Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

WHO Peringatkan Makin Banyak Pasien Usia Muda yang Sekarat karena Corona

Warga Italia. (dok. Guardian)

Topcareer.id – Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan lebih banyak orang usia muda yang sakitnya kritis bahkan meninggal akibat virus corona yang sekarang menyebar ke hampir setiap negara di dunia.

“Kami melihat semakin banyak individu yang lebih muda yang mengalami penyakit parah,” Dr. Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis mengatakan pada jumpa pers dari Jenewa, Jumat (3/4/2020) silam.

“Kami telah melihat beberapa data dari sejumlah negara di seluruh Eropa tempat orang-orang yang berusia lebih muda meninggal. Beberapa dari orang-orang itu memiliki kondisi mendasar, tetapi beberapa tidak.”

Baca juga: Daftar Negara yang Hingga Kini Belum Terdeteksi Virus Corona

Van Kerhove melanjutkan, masih banyak yang tidak diketahui tentang virus corona baru, termasuk mengapa penyakit ini berkembang menjadi penyakit parah pada beberapa individu tetapi tidak pada yang lain.

Dia menambahkan bahwa ketika virus menyebar ke lebih banyak negara dan lebih banyak data klinis dikumpulkan, para peneliti belajar tentang perilaku virus.

Sebagian besar orang dengan penyakit parah dalam perawatan intensif cenderung lebih tua atau memiliki kondisi penyakit lain yang mendasarinya.

“Tetapi yang kita lihat di beberapa negara adalah bahwa ada individu yang berusia 30-an, yang berusia 40-an, yang berusia 50-an tahun yang berada di ICU dan meninggal dunia.”

Baca juga: Cerita Raja Thailand Boyong 20 Selir Isolasi Diri Hindari Corona

Di Italia dan Korea

Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan WHO menyampaikan, adalah suatu kesalahan jika percaya bahwa virus hanya berdampak parah pada orang tua dan orang-orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Di Italia, salah satu wabah terbesar di dunia, 10% hingga 15% dari semua orang dalam perawatan intensif berusia di bawah 50 tahun. Di Korea, ia menambahkan, satu dari enam kematian terjadi pada orang di bawah usia 60 tahun.

“Ada kecenderungan selama beberapa bulan terakhir, sikap yang hampir meremehkan, dengan mengatakan, ‘Ya, penyakit ini parah pada orang tua, dan itu baik-baik saja pada orang yang lebih muda,’” kata Ryan.

“Kami secara kolektif hidup di dunia, tempat kami mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa penyakit ini ringan pada orang muda dan lebih parah pada orang tua, dan di situlah masalahnya.”

Ryan mengulangi betapa pentingnya bagi kaum muda untuk mengambil langkah-langkah mencegah penyebaran virus. Tidak hanya untuk melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga untuk menahan penyebaran dan melindungi orang lain yang lebih rentan.

Baca juga: Ilmuwan China Temukan Nanomaterial Pembasmi Virus Corona

Studi di China

WHO sebelumnya telah memperingatkan bahwa virus itu dapat menginfeksi orang-orang muda dan, meskipun mungkin lebih jarang, ia juga dapat berkembang menjadi penyakit yang parah dan mengancam jiwa.

Bulan lalu, para pejabat kesehatan dunia merujuk sebuah penelitian di China yang meneliti 2.143 kasus anak-anak dengan COVID-19 yang dikonfirmasi atau diduga, dilaporkan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China antara 16 Januari dan 8 Februari.

Studi itu menunjukkan bahwa lebih dari 90% kasus adalah kasus tanpa gejala, ringan atau sedang. Namun, hampir 6% dari kasus anak-anak itu parah atau kritis, dibandingkan dengan 18,5% untuk orang dewasa.

“Saya pikir buktinya ada di sana selama ini, bahwa ada spektrum keparahan, dan itu jelas lebih parah pada kelompok usia yang lebih tua, tetapi ada spektrum keparahan pada orang yang lebih muda juga,” kata Ryan. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan