Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, June 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Gereja Katedral New York Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Gereja Katedral New York City. (dok. The Jakarta Post)

Topcareer.id – Gereja katedral besar di New York City diubah menjadi rumah sakit darurat sementara karena meningkatnya jumlah kasus virus corona di kota itu. Membludaknya pasien yang mengidap Covid-19, penyakit akibat corona, membebani sistem perawatan kesehatan di New York, yang menjadi pusat penyebaran wabah di negara itu.

Gereja Katedral St. John the Divine akan menyediakan sembilan tenda untuk menampung setidaknya 200 pasien, Pdt. Clifton Daniel III memberi informasi pada New York Times, Selasa (7/4).

“Sekarang, di tengah pandemi virus corona dan sistem perawatan kesehatan yang melonjak, Katedral telah menawarkan penggunaan lahannya dan bangunan Katedral itu sendiri untuk membantu melayani kebutuhan paling mendesak tetangga kita,” kata Pdt. Clifton. “Gereja melangkah untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan di Kota New York di masa lalu, dan kami berjanji untuk terus melangkah dalam krisis saat ini.”

Baca juga: Perkembangan Vaksin Corona dari Amerika Serikat: Sudah Sesuai Jalur

Katedral ini terletak di sebelah Rumah Sakit Mount Sinai di Morningside Heights, dan Pdt. Clifton Daniel III mengatakan bahwa gereja bisa siap untuk menerima pasien segera minggu depan.

Perwakilan katedral lain mengatakan kepada The Episcopal News Service bahwa rumah sakit mungkin kesulitan secara eksklusif melayani pasien Covid-19 akibat lonjakan jumlah pasien positif corona.

Baca juga: Amerika Serikat dan China Berlomba Bikin Vaksin Virus Corona

Katedral ini dilaporkan bermitra dengan organisasi evangelis Samaritan’s Purse, yang telah membantu mendirikan rumah sakit darurat di Central Park New York dan di Milan, Italia.

Samaritan’s Purse dipimpin oleh Franklin Graham, yang telah dikritik karena sejarah anti-LGBT dan komentar anti-Muslim. Walikota Bill de Blasio mengatakan kepada pers pekan lalu bahwa ia bermasalah dengan sejarah itu dan bahwa ia telah “diyakinkan” oleh badan amal yang mengawasi rumah sakit tidak akan mendiskriminasi pasien. Graham mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa “kami tidak melakukan diskriminasi” terhadap siapa pun yang sakit.

Pekan ini, lebih dari 3.400 orang telah meninggal karena virus corona di New York City, yang mewakili sekitar 30% dari jumlah kematian seluruh negeri, menurut Universitas Johns Hopkins. Lebih dari 369.000 Covid-19 kasus telah dikonfirmasi di A.S. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply