Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Mei 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Amazon Bakal Pecat Pekerja Gudang yang Tak Patuhi Aturan Social Distancing

Sumber foto: Sinar Harapan

Topcareer.id – Amazon, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia memperketat aturannya soal social distancing di tengah wabah pandemic virus corona. Perusahaan memberitahu pekerja gudang bahwa jika mereka tak ikuti aturan social distancing, mereka bisa kena tindakan disipliner.

Menurut dokumen Amazon yang diperoleh CNBC, setidaknya ada tahap-tahap peringatan bagi karyawan yang melanggar aturan. Pelanggaran pertama akan menghasilkan peringatan tertulis, dan jika karyawan ditangkap untuk kedua kalinya, mereka bisa dipecat.

Amazon telah memerintahkan para pekerja di gudang-gudang di seluruh negeri untuk memiliki jarak sejauh 6 kaki (1,8 meter) dari rekan-rekan mereka, di antara langkah-langkah perlindungan lainnya, untuk membatasi penyebaran virus corona.

Baca juga: Mau Rapat Efektif? Contek Cara Jeff Bezos Ini

Fasilitas jaringan logistik Amazon yang luas ukurannya bervariasi, begitu pula jumlah karyawan tergantung pada fungsinya. Beberapa pusat pemenuhan berukuran 26 lapangan sepak bola dan mempekerjakan ribuan pekerja. Itu cukup menantang bagi Amazon untuk memastikan aturan jarak sosial.

Seorang juru bicara Amazon mengkonfirmasi kepada CNBC bahwa karyawan yang secara sengaja melanggar aturan jarak sosial akan diberikan dua peringatan dan pada pelanggaran kedua, bisa memungkinkan untuk pemutusan hubungan kerja.

“Kami memiliki beberapa contoh karyawan yang sengaja melanggar pedoman kami tentang jarak sosial di situs kami, yang membahayakan individu dan kolega mereka,” kata juru bicara itu.

“Kami mengambil langkah-langkah intens untuk memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan di seluruh situs kami yang melakukan peran penting bagi komunitas mereka selama krisis ini.”

Baca juga: Kala Bos Amazon Jeff Bezos, Orang Terkaya di Dunia, Minta Sumbangan untuk Karyawannya yang Miskin

Tidak jelas apakah tindakan disipliner diambil terhadap semua karyawan di gudang atau bagaimana Amazon mengidentifikasi karyawan yang telah melanggar aturan.

Upaya Amazon bagi pekerja gudang selama virus corona

Dalam sebuah posting blog yang diterbitkan minggu lalu, Dave Clark, yang menjalankan operasi ritel Amazon, mengatakan perusahaan akan menggunakan “teknologi top machine learning” untuk mendeteksi area di mana ia dapat meningkatkan jarak sosial dengan mengandalkan sistem kamera internal.

Seorang pekerja di sebuah fasilitas di Illinois mengatakan mereka menghargai upaya Amazon untuk memastikan karyawannya mengikuti aturan jarak sosial.

Baca juga: Wabah Corona: Anak Sekolah dan Guru Boleh Libur dengan Alasan…

Mereka mengatakan Amazon telah memasang selotip di lantai untuk memberi tahu pekerja di mana mereka bisa berdiri dengan aman, serta mengkonfigurasi ulang kafetaria sehingga pekerja tidak duduk bersebelahan, di antara langkah-langkah lain.

Selain aturan jarak sosial, Amazon mengatakan telah melembagakan pemeriksaan suhu di fasilitasnya. Termasuk memasok pekerja dengan masker wajah dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pembersihan di fasilitasnya, yakni menyediakan pekerja dengan pembersih dan tisu desinfektan.

Namun, karyawan Amazon yang berbicara kepada CNBC berpendapat bahwa upaya ini tidak cukup untuk membuat mereka tetap aman. Pekan lalu, pekerja di fasilitas Amazon di New York dan Michigan melakukan protes untuk menuntut perusahaan menutup gudang mereka setelah mereka melaporkan kasus virus corona yang dikonfirmasi di sana.

 “Kami tidak merasa aman lagi di gedung kami. Saya frustasi dengan itu, “kata pekerja itu. “Jika mereka harus berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kita tetap aman, aku merasa mereka harus menutup gedung selama dua minggu agar mereka benar-benar bisa dibersihkan.” *(RW)

Tinggalkan Balasan