Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, April 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Berbaring dengan Posisi Ini Buat Pasien Covid-19 Berpeluang Sembuh Lebih Tinggi

Tengkurap. (dok. Pilatescan)

Topcareer.id – Berbagai cara dilakukan untuk mempercepat pemulihan pasien Covid-19.  Seperti yang diketahui banyak orang, virus corona menyebabkan sesak napas pada banyak pasien demam tinggi hingga pneumonia.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa lebih dari 80% kasus yang dikonfirmasi laboratorium didefinisikan sebagai ringan hingga sedang, 14% dianggap parah dan 6% dapat dianggap kritis.

Sulit mendapatkan oksigen ke paru-paru adalah salah satu komplikasi paling utama yang datang bersama dengan virus, tetapi ada trik baru di rumah sakit yang membantu menyelamatkan nyawa orang dengan virus corona.

Baca juga: 5 Aktivitas Luar Rumah Yang Aman Dilakukan Saat Wabah Corona

Menempatkan pasien virus corona dengan posisi tengkurap

Para dokter yang merawat pasien virus corona menemukan bahwa menempatkan pasien dengan posisi telungkup (tengkurap) membantu meningkatkan jumlah oksigen yang dapat mencapai paru-paru mereka, menurut laporan CNN.

Taktik ini bekerja karena memungkinkan pasien lebih banyak mendapat oksigen dengan membuka bagian paru-paru yang tidak terbuka sebelumnya. Oksigen lebih mudah mencapai paru-paru pada posisi ini, sementara berbaring terlentang menyebabkan berat tubuh menekan beberapa bagian paru-paru.

Seorang pasien di Long Island Jewish ditempatkan dengan posisi tengkurap dan ukuran oksigen dalam darahnya melonjak dari 85% menjadi 95%.

“Kami menyelamatkan hidup dengan ini, seratus persen,” Dr. Mangala Narasimhan, direktur regional untuk perawatan kritis di Northwell Health, mengatakan kepada CNN.

“Ini hal yang sangat sederhana untuk dilakukan, dan kami telah melihat peningkatan yang luar biasa. Kita bisa melihatnya untuk setiap pasien. “

Pasien yang menggunakan ventilator biasanya berbaring tengkurap selama 16 jam sehari, beralih ke punggung mereka selama sisa waktu itu sehingga dokter dapat lebih mudah memberi mereka perawatan yang mereka butuhkan.

Kelemahan dari menempatkan pasien pada posisi tengkurap

Satu-satunya peringatan untuk menempatkan pasien berventilasi dengan posisi tengkurap adalah bahwa mereka memerlukan lebih banyak sedasi (pengurangan iritabilitas atau agitasi dengan pemberian obat penenang) dalam posisi ini. Artinya tinggal lebih lama di Unit Perawatan Intensif bagi mereka.

Di Mass General, sekitar sepertiga dari pasien virus corona yang menggunakan ventilator ditempatkan dengan posisi telungkup karena biasanya orang-orang yang sakit parah melakukan posisi itu paling banyak.

Di rumah sakit ini, ada apa yang disebut “tim proning”, atau tim perawat yang mengunjungi pasien yang tidak berada di ICU untuk mendorong mereka beralih ke posisi tengkurap. Perawat mencoba membuat pasien menghabiskan setidaknya empat jam untuk tengkurap, dibagi menjadi dua sesi, karena itu mungkin posisi yang tidak nyaman bagi mereka.

“Sebagian besar bersedia mencobanya. Berapa lama mereka bertahan di posisi itu sangat bervariasi dari orang ke orang, apakah mereka nyaman tertidur di posisi itu, atau jika mereka bosan dan ingin berbalik ke belakang,” kata Kathryn Hibbert, direktur ICU medis di Rumah Sakit Umum Massachusetts, kepada CNN. *

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan