Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juni 15, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Wabah Corona, Malaysia Larang Kegiatan Bazaar Ramadhan. Beralih ke Online

Penyemprotan disinfektan di Malaysia. (dok. Katadata)

Topcareer.id – Pandemi global virus corona yang terus meluas. Malaysia melarang pasar Ramadhan yang sangat populer tiap tahun saat bulan puasa. Warganet Malaysia telah memulai kelompok media sosial untuk membantu pedagang kecil di sana berjualan online.

Lima negara bagian Malaysia telah melarang bazaar makanan tahunan ini untuk membatasi kerumunan dan menekan penyebaran .

Diharapkan negara bagian lainnya diharapkan untuk segera bergabung. Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan bahwa Malaysia bisa saja terus melarang kegiatan pertemuan massal hingga akhir tahun ini bahkan setelah perintah pengendalian gerakan atau Movement Control Order (MCO) dicabut.

Baca juga: Tangkal Corona, Yordania Larang Ibadah di Masjid Sepanjang Ramadan

“Meskipun MCO nasional dijadwalkan hanya berlangsung dalam dua minggu, praktik kami telah berubah. Itu sudah tidak normal lagi. Kami tidak berjabat tangan, kami sering mencuci tangan dan menjaga jarak. Pemerintah mungkin akan mencegah pertemuan massa selama enam bulan atau satu tahun ke depan,” katanya dalam konferensi pers.

Sementara itu, salah seorang desainer grafis di Malaysia Amirul Rafiq memulai sebuah grup Facebook bernama Seremban Online Bazaar Ramadhan 2020, saat ia mendengar bahwa tidak akan ada bazar seperti itu di Negeri Sembilan tahun ini.

Amirul mengatakan penjual bazaar Ramadhan dapat mempromosikan bisnis mereka melalui grup dan kemudian menghubungi dia untuk mengatur pengiriman.

Grup tersebut sekarang memiliki lebih dari 7.000 anggota. Amirul mengatakan rencananya sekarang adalah untuk membantu penjual meningkatkan kesadaran tentang gambaran hidangan yang akan mereka tawarkan selama bulan Ramadhan agar membuat pelanggan tertarik.

Mr. Zamri Mohammed, sekretaris untuk konfederasi pedagang asongan kecil dan pedagang Malaysia mengatakan, penjualan online sangat membantu rakyat kecil dan orang tua. “Anda harus memahami bahwa beberapa orang seperti Mak Cik Kiah kami (wanita yang lebih tua) tidak akan tahu bagaimana caranya menggunakan media sosial atau terlibat dengan platform pengiriman untuk membantu bisnis mereka,” katanya.

Mr. Zamri mengatakan beberapa penjual enggan mendaftar dengan platform pengiriman ternama seperti Grab dan Foodpanda. “Beberapa platform ini dapat mengambil komisi hingga 35 persen per pengiriman. Jadi jika Anda menjual item makanan seharga RM 10, maka Anda hanya membawa pulang RM 6,50. Jadi mereka lebih suka melakukannya secara mandiri,” Kata Mr. Zamri.

Warga Terengganu Mohd Wan Azenan, yang telah menjual nasi ayam tempayan sejak 2012, mendirikan kelompok Bazaar Ramadhan Online Dungun, dengan istrinya Rozana Manaf pada 31 Maret lalu dan kini telah memiliki lebih dari 600 anggota .

“Sekarang kita harus melakukan apa yang kita bisa untuk membantu orang mempromosikan bisnis makanan mereka untuk pengiriman selama bulan puasa,” kata Wan Azenan.

Di Selangor, pengusaha Arif Ridzuan memulai dua grup Facebook, Bazaar Online Shah Alam Ramadhan 2020 dan Bazaar Online Klang Ramadhan 2020.

Dia ingin membantu teman-temannya yang merupakan penjual bazar Ramadhan untuk meningkatkan kesadaran tentang bisnis pengiriman potensial mereka sebelum bulan puasa dimulai.

“Kami hendak membantu beberapa penjual untuk membiasakan diri mereka dengan platform media sosial dan bagaimana cara melibatkan orang yang tepat untuk mengatur dan melakukan pengiriman,” katanya.

Tak hanya Malaysia. Singapura juga telah mengumumkan bahwa Bazaar Ramadhannya yang biasa diadakan di Geylang Serai dan di berbagai tempat tidak akan diadakan tahun ini. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan