Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, September 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

5 Tips Rencanakan Keuangan Ramadan di Tengah Wabah Corona

Sumber foto: Medium

Topcareer.id – Ramadan tahun 2020 ini berbeda dari sebelumnya karena Covid-19 membawa berbagai perubahan hidup. Pun termasuk perubahan dalam keuangan yang lesu akibat gempuran pandemi virus corona.

Avrist, sebagai perusahaan asuransi jiwa, memberikan lima tips untuk mengatur finansial di bulan Ramadan 2020. Berikut tipsnya, seperti dalam rilis yang diterima Topcareer.id:

1. Ketahui kondisi finansial kamu sekarang

Penting untuk kita ketahui, bagaimana situasi Covid-19 ini mengubah kondisi finansial kita. Kaget akan kasus Covid-19 di bulan Maret 2020 kemarin, ternyata membuat tagihan membengkak karena membeli hand sanitizer dan perlengkapan untuk menjaga daya tahan tubuh. Tiba-tiba juga kita menjadi khawatir dan melakukan aksi panic buying atau belanja berlebihan.

Baca juga: Puasa Ramadan di Bawah Bayang-bayang Virus Corona

Coba cek apakah sekarang ini kehidupan finansial kamu lebih besar pasak daripada tiang? Kamu harus tahu bagaimana kondisi keuangan kamu tiga bulan ke depan. Apakah sumber pendapatan kamu masih stabil dan aman? Berapa jumlah tabungan dan cicilan? Jujur dengan diri kamu, seberapa sehatkah kondisi keuangan kamu?

2. Mulai dengan membuat budget bulanan

Mulailah dengan membuat daftar pengeluaran rutin. Alokasikan pengeluaran kamu menjadi tiga kategori. Yang pertama, adalah kebutuhan utama seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga (listrik, gas, air, paket internet).

Kemudian, alokasikan 5-10 persen untuk dana darurat. Tabungan, deposito, emas, dan Reksa Dana Pasar Uang adalah pilihan instrumen keuangan yang cocok untuk menyimpan dana darurat karena mudah di akses, cukup likuid dan aman.

Kebutuhan kedua seperti kebutuhan pelengkap sebesar 5 persen, seperti jajan takjil, kopi atau delivery makanan. Kebutuhan ketiga yang bersifat hiburan seperti berbelanja baju, gadget dan perintilannya dialokasikan sebesar 5 persen.

Baca juga: Bolehkah Berpuasa Saat Sedang Alami Gejala Covid-19?

Jika kebutuhan utama telah terpenuhi, barulah kita boleh jajan ataupun berbelanja. Usahakan agar ketiga kebutuhan ini tidak melampaui dari 30 persen total pengeluaran bulanan.

Baca tips lainnya di halaman berikutnya>>

Leave a Reply