Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Studi: Virtual Reality Bikin Perasaan Tenang Saat di Rumah Terus

Ilustrasi. (dok. Shutterstock)

Topcareer.id – Mengunjungi tempat-tempat favorit mungkin jadi hal yang paling dirindukan saat kita semua berada di rumah dalam kondisi karantina diri akibat wabah virus corona. Nah, berkat virtual reality (VR), dimungkinkan untuk “mengunjungi” tempat-tempat di seluruh dunia tanpa meninggalkan rumah.

Para ahli mengatakan kunjungan virtual ini menyediakan lebih dari sekadar hiburan. Pengalaman VR, terutama yang mendalam, dapat membantu kita merasa tenang dan terhubung di tengah pandemi Covid-19.

Sebuah makalah penelitian baru Italia melihat bagaimana video VR mendalam dari taman yang damai dapat mengatasi berbagai efek psikologis karantina, seperti stres dan isolasi, Giuseppe Riva, penulis studi dan profesor psikologi umum di Università Cattolica del Sacro Cuore di Milan, mengatakan kepada CNBC Make It.

Baca juga: 3 Penyebab Anak-Anak Tertekan saat Belajar di Rumah

Untuk penelitian, yang sedang berlangsung saat ini di Italia dengan 400 orang selama tiga bulan, para peneliti berpendapat bahwa menggunakan VR dapat mengajarkanmu bagaimana menjadi lebih penuh perhatian, menyediakan “tempat” yang aman dan nyaman untuk berefleksi dan sendirian, membantu memelihara rasa kebersamaan.

Mereka menyarankan menghabiskan waktu untuk VR yang menenangkan (pikirkan: taman virtual atau pantai) di pagi hari, sebelum tidur dan saat-saat lain kamu merasa cemas sepanjang hari.

“Simulasi VR imersif, seperti menggunakan headset VR, dapat menggugah secara emosional,” kata Albert “Skip” Rizzo, Ph.D., direktur VR medis di Institute for Creative Technologies di University of Southern California.

Mengobati stres

Saat ini, virtual reality dapat membantumu mengembangkan strategi relaksasi untuk mengatasi kecemasan Covid-19, dan memungkinkan sedikit pelarian.

“Kita mendefinisikan siapa diri kita melalui ingatan orang dan peristiwa yang terjadi di tempat yang berbeda yang sering kita kunjungi. Tapi selama karantina kita tidak bisa lagi pergi ke tempat-tempat yang menjadi ciri kehidupan kita sehari-hari dan memahami identitas kita. Bahkan rumah kita mungkin merasa di luar kendali atau tidak dapat dikenali,” kata Riva.

Riva menambahkan, VR menawarkan tempat digital yang aman dan tenang di mana kamu bisa sendirian dan merefleksikan situasi dan masalahmu, juga peluang.

Studi lain menunjukkan bahwa teknologi VR bisa efektif dalam mengobati gangguan stres pascatrauma dan mengajarkan mindfulness. Perhatian penuh, menyadari keadaan internal dan lingkunganmu, bisa jadi sulit untuk dipahami.

Baca juga: Tujuh Tanda Kamu Burn Out Saat Kerja dari Rumah

“Dalam hal ini VR membantu, karena (itu) tidak memerlukan keterampilan imajinatif dan mengisolasi pengguna dari pengalaman di sekitarnya,” kata Riva.

Misalnya, jika anak-anakmi membuat keributan atau pasangan sedang melakukan panggilan konferensi, mengenakan headset VR dan mengikuti perintah relaksasi dapat membuatnya lebih mudah untuk fokus daripada menutup mata Anda dan mencoba bermeditasi.

Selain membantumu menghilangkan gangguan, VR dapat membantu Anda berinteraksi dengan orang lain melalui dunia virtual bersama. Sebagai contoh, Rizzo mengatakan dia baru-baru ini berbicara pada panel virtual di mana dia bisa melihat dan terlibat dengan audiens avatar lain. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply