Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, September 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Seperti Apa Normalitas Baru Makan di Restoran pasca-Wabah Corona?

Penerapan social distancing di restoran China. (dok. istimewa)

Topcareer.id – Semua takkan sama lagi. Wabah corona telah mengubah segalanya, termasuk bagaimana kita makan di tempat publik seperti restoran atau kafe. Inilah normalitas baru (new normal) yang akan kita jalani begitu masa darurat wabah berakhir. Seperti apa?

Di Amerika Serikat, ketika imbauan tetap berada di rumah terus berlanjut, banyak industri hotel dan restoran berusaha untuk mencari tahu apa peraturan dan undang-undang kesehatan baru yang akan diterapkan begitu orang diizinkan untuk membuka kembali bisnis masing-masing.

Asia sudah menavigasi kenyataan baru tersebut, dengan pembatasan sosial untuk tetap berada di rumah dicabut secara hati-hati. Warga pun beradaptasi dengan aturan baru yang berusaha untuk menjaga orang tetap aman saat mereka berada di luar untuk menikmati makanan di restoran.

Baca juga: Salah Satu Dampak Jangka Panjang Covid-19: Kerusakan Organ Tubuh

Restoran-restoran di China yang telah buka kembali menunjukkan bagaimana restoran menerapkan teknologi untuk membantu menekan penyebaran virus corona. Pengolala mengatur bagaimana memastikan pengunjung menjaga jarak, dan apa yang diharapkan dari karyawan saat mereka melayani pelanggan.

Mengutip sfgate.com, Selasa (28/4/2020) praktik yang dilakukan restoran di China berikut ini bisa menjadi contoh harus bagaimana sebaiknya saat restoran kembali diijinkan beroperasi.

Baca juga: ILO: 4 dari 5 Pekerja Global Terancam PHK karena Pandemi Covid-19

Pemeriksaan suhu
Pemeriksaan suhu telah menjadi kewajiban dari rutinitas sebelum memasuki sebuah restoran. Pemeriksaan suhu juga wajib diberlakukan untuk karyawan di restoran.

QR Code
Warga di China kini menggunakan QR Code untuk masuk ke suatu tempat, seperti restoran. Itu semua adalah bagian dari sistem kode kesehatan berbasis warna. Pengguna mendaftar untuk sistem kode kesehatan dan diminta untuk memasukkan informasi pribadi lalu menjawab serangkaian pertanyaan, seperti tentang perjalanan sebelumnya, jika pernah melakukan kontak dengan pasien COVID-19 (dicurigai atau didiagnosis) dan gejala apa pun yang mungkin dialami harus dipaparkan dengan jujur. Kemudian pengguna akan diberi warna merah, kuning atau hijau.

Mereka yang memiliki kode merah harus masuk ke karantina sendiri selama 14 hari. Kuning membutuhkan masa karantina 7 hari. Dan hijau berarti diizinkan untuk berkeliling kota. Restoran berbekal dengan sistem QR Code kesehatan berbasis warna ini dapat membantu restoran untuk membiarkan pengunjung masuk atau menolaknya.

Kurangi jumlah kursi dan pengunjung
Social distancing masih tetap diberlakukan di restoran. Selain itu restoran-restoran di Hong Kong memberi contoh dengan menurunkan kapasitas restoran hingga 50 persen untuk mendukung social distancing. Pelanggan juga harus diberi jarak setidaknya satu setengah meter di mana meja ditutup untuk memisahkan pengunjung. Datang berkunjung berlima atau lebih juga tidak diizinkan di restoran-restoran di China. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply