Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, July 12, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

MIT Kembangkan Alat untuk Membaca Suara dalam Pikiran Kepala Manusia

Ilustrasi. (dok. aufenbach)

Topcareer.id – Para peneliti di MIT Media Lab mengembangkan alat untuk menyuarakan suara di dalam kepala. Tim telah menemukan cara untuk berkomunikasi dengan sistem komputer dengan meminta pengguna “berbicara secara diam-diam” dalam hati kepada diri mereka sendiri, atau mensubvokalisasi.

Perangkat itu disebut AlterEgo, menggunakan elektroda untuk membaca sinyal neuromuskuler dari organ bicara internal pengguna ketika mereka “mengatakan” kata-kata di kepala mereka.

Setelah ditangkap, sinyal ditransfer ke sistem pembelajaran mesin yang telah dilatih untuk mengaitkan sinyal tertentu dengan kata-kata tertentu. Sejauh ini, sistem dapat mengenali sekitar 100 kata, tetapi tim berharap untuk memperluas kosa katanya.

Baca juga: Cara Melatih Otak agar Tak Pikun di Usia Muda

“Ide kami adalah: Bisakah kita memiliki platform komputasi yang lebih internal, yang melebur manusia dan mesin dalam beberapa hal dan itu terasa seperti perpanjangan internal dari kognisi kita sendiri,” kata Arnav Kapur (24), yang memimpin pengembangan sistem dikutip CNBC.

Sinyal neuromuskuler tidak dapat dideteksi oleh mata manusia. Namun, Kapur menekankan bahwa ini tidak berarti bahwa perangkat bisa membaca pikiran, karena “berbicara dalam hati” adalah tindakan sukarela yang dilakukan pengguna.

AlterEgo sejauh ini telah digunakan untuk memecahkan masalah aritmatika, bermain catur, mengajukan pertanyaan dasar dan mengontrol user interface streaming Roku. Dalam contoh aritmatika, perangkat ini memiliki akurasi transkripsi rata-rata 92% selama percobaan 10 orang.

Kapur dan timnya memulai proyek sebagai cara untuk membuat komunikasi dengan Artificial Intelliegnce (AI) agar tidak mengganggu interaksi sehari-hari serta lebih pribadi. Di masa depan, AlterEgo dapat digunakan untuk terjemahan real sebagai bantuan untuk orang-orang dengan gangguan bicara dan bahkan dalam operasi militer di mana berbicara secara rahasia adalah yang terpenting. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply