Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, September 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Romansa Pasangan Lansia Beda Kewarganegaraan di Tengah Corona

Pasangan lansia bertemu di perbatasan. (dok. DW)

Topcareer.id – Pandemi global virus corona tidak menyurutkan cinta dua pasangan lanjut usia berbeda kewarganegaraan. Sang wanita berasal dari Denmark, dan sang pria dari Jerman.

Perbatasan antara Jerman dan Denmark sekarang hampir sepenuhnya ditutup karena situasi yang memburuk di kedua negara akibat wabah virus corona. Namun hal ini tidak menghalangi cinta mereka.

Setiap hari, Inga Rasmussen, 85, dan Karsten Tüchsen Hansen, 89, bertemu satu sama lain di perbatasan Denmark dan Jerman untuk mengobrol, makan siang atau berbagi beberapa biskuit, dan minum kopi bersama.

Cheers for love,” kata Hansen saat mereka bersulang. Biasanya mereka akan saling berpelukan dan mencium. Tapi sekarang mereka harus menjaga jarak, demikian dikutip dari dw.com, Senin (4/5/2020).

Baca juga: Mengenang Perjalanan Cinta Ashraf Sinclair dan BCL

Keduanya duduk di kursi yang mereka bawa sendiri dari rumah pada kedua sisi penghalang palang pintu berwarna merah putih yang menandai perbatasan antara kedua negara tersebut. Pasangan ini telah bertemu setiap hari di perlintasan perbatasan tertutup di Aventoft.

Mr. Hansen tinggal di Süderlügum di wilayah Nordfriesland Jerman, sedangkan Ms. Rasmussen di kota Denmark, Gallehus. Hansen mengendarai sepeda motornya dari Süderlügum dan Rasmussen mengendarai mobilnya ke perbatasan.

Sejak 14 Maret lalu, Denmark menutup sebagian besar perbatasan ke negara perbatasan Jerman, Schleswig-Holstein. Dua hari kemudian, Jerman mengikuti.

“Menyedihkan, tapi kami tidak bisa mengubahnya,” kata Rasmussen. Pasangan ini telah sering berbicara melalui telepon sejak penutupan perbatasan dan mencoba yang terbaik untuk bertemu setiap hari, serta tidak membiarkan pandemi mempengaruhi hubungan mereka.

Pasangan itu bertemu dua tahun lalu murni karena kebetulan, mereka menjelaskan. Sejak Maret tahun lalu, mereka mulai menghabiskan setiap hari bersama.

Pasangan itu berharap agar mereka bisa saling mengunjungi lagi dan juga telah membuat rencana untuk masa depan. Ketika pembatasan dicabut mereka ingin melakukan perjalanan lagi. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply