Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Survei: WFH Hanya Turunkan 1 Persen Produktivitas Karyawan

Topcareer.id – Apa dampak produktivitas nyata dari pekerjaan jarak jauh atau WFH? Perusahaan jasa penelitian dan konsultasi Valoir melakukan survei luas terhadap orang-orang yang bekerja dari rumah dan menerbitkan temuan mereka dalam laporannya di bulan Mei 2020.

Temuan laporan ini juga, seperti dikutip dari zdnet, mencakup 20 wawancara mendalam dengan responden. Valoir menyediakan layanan penelitian dan konsultasi dengan fokus pada aplikasi orang (CRM dan HCM), adopsi pengguna, dan produktivitas.

Berikut adalah temuan utama dari hasil survei:

  1. Pekerjaan WFH memiliki dampak negatif yang kecil pada produktivitas

Pengurangan rata-rata produktivitas hanya 1 persen. Mereka yang bekerja dari rumah dengan anak-anak melaporkan penurunan sedikit lebih besar dalam produktivitas yaitu 2 persen. Penurunan produktivitas terbesar dilaporkan oleh mereka yang bekerja sendiri dengan penurunan rata-rata produktivitas 3 persen.

Baca Juga: WFH Banyak Gangguan Di Rumah? Coba Lakukan Hal Ini

2 Rata-rata hari kerja adalah 9,75 jam, dengan waktu mulai rata-rata 8:15 pagi dan waktu akhir rata-rata 6 sore

Kebanyakan orang bekerja selama jam kerja normal, dengan kurang dari 10 persen mulai sebelum jam 7 pagi atau memperpanjang hari kerja mereka melebihi jam 7 malam.

3 Gangguan terbesar dari WFH adalah media sosial

Hampir sepertiga responden yang memiliki anak-anak melaporkan media sosial adalah gangguan terbesar mereka, menghabiskan hampir dua jam untuk itu.

4 Kebanyakan orang percaya perusahaan mereka memberi dukungan pekerjaan jarak jauh

Empat dari lima pekerja memberi perusahaan mereka nilai A atau B, dan kurang dari 5 persen memberi perusahaan mereka nilai gagal untuk WFH.

5 Keamanan perusahaan adalah kekhawatiran nomor satu

Lebih dari sepertiga pekerja mengatakan kekhawatiran tentang kelangsungan hidup perusahaan mereka atau keamanan pekerjaan mereka adalah perhatian utama mereka. Jauh di depan kekhawatiran terhadap penyakit mereka sendiri, anggota keluarga, atau orang yang dicintai.

Baca Juga: Covid-19 Selamanya Ubah Hubungan Perusahaan Dan Karyawan. Ini 5 Normalitas Barunya

Pekerja menghabiskan 3% dari hari kerja mereka berurusan dengan masalah pekerjaan jarak jauh yang berhubungan dengan teknologi. Ini adalah pengingat penting bagi perusahaan untuk berinvestasi dalam rencana transformasi digital mereka untuk memastikan mobilitas pekerja, kesinambungan kerja dan akses yang aman.

Menurut laporan itu, selain internet tools dan aplikasi konferensi video, 12 persen pekerja menggunakan kolaborasi online dan alat berbagi dokumen seperti Slack, Salesforce Quip, atau Google Docs.

Sementara itu hasil survei juga mengungkapkan soal 5 keprihatinan teratas untuk pekerja WFH adalah:

  • Jaminan tetap bekerja / penghasilan (27%)
  • Sakit (23%)
  • Penyakit keluarga atau orang yang dicintai (22%)
  • Resesi (18%)
  • Kelangsungan hidup perusahaan (55%).

Terlepas dari berapa lama situasi saat ini berlangsung, itu akan memiliki dampak signifikan dari apa yang dianggap sebagai hari kerja normal untuk masa yang akan datang.

Sangat direkomendasikan agar para pekerja tetap melakukan yang terbaik untuk mengelola keseimbangan kehidupan kerja, menjadi lebih mandiri secara teknologi dan belajar untuk menjadi lebih kolaboratif.

Hasil survey dari Valoir sangat menggembirakan, mengingat kesulitan luar biasa dalam menghadapi pandemi COVID-19 saat ini, dan hanya kehilangan 1% produktivitas adalah hasil yang luar biasa positif dari WFH yang diterapkan.* (RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply