Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Olimpiade Tokyo Ditunda, IOC Siapkan Rp11 Triliun untuk Bayar Kerugian

Warga Jepang di depan stadion Olimpiade. (dok. AlJazeera)

Topcareer.id – Komite Olimpiade Internasional (IOC) harus rela sisihkan USD800 juta atau sekitar Rp11 triliun untuk pinjaman dan pembayaran kerugian akibat Olimpiade Tokyo 2020 yang ditunda pelaksanaannya akibat pandemi.

Masih belum jelas seberapa besar total tagihan penundaan yang harus ditanggung dengan penyelenggara Olimpiade. Otoritas publik di Jepang menghadapi biaya tambahan yang diperkirakan mencapai miliaran dolar.

“Kami mengantisipasi bahwa kami harus menanggung biaya hingga USD800 juta karena bagian dari tanggung jawab kami untuk organisasi permainan,” kata presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach, Kamis (14/5/2020) dikutip dari CNBC.

Baca juga: Medali Olimpiade Tokyo Dibuat dari Daur Ulang Gadget dan Elektronik Bekas

Sebanyak USD150 juta akan digunakan untuk dana pinjaman kepada badan-badan olahraga dan lebih dari 200 komite Olimpiade nasional yang memenuhi syarat.

Mereka ini memiliki masalah arus kas karena penundaan acara Olimpiade dan dijadwalkan mendapat pembayaran tahun ini untuk Olimpiade Tokyo, yang dibuka pada Juli 2021.

Sementara, kata Kepala Operasional IOC, Lana Haddad, sisa USD650 juta akan dialokasikan untuk dirumuskan dalam beberapa bulan mendatang.

“Masih terlalu dini untuk mengumpulkan semua biaya yang diketahui dan tidak diketahui,” kata Haddad kepada wartawan pada panggilan konferensi setelah pertemuan dewan IOC diadakan dari jarak jauh.

Baca juga: Pandemi Corona, Olimpiade Tokyo Resmi Diundur Setahun ke Tanggal 23 Juli 2021

IOC memiliki pendapatan USD5,7 miliar dari siklus Olimpiade 2013-16. Angka itu kemungkinan akan mendekati USD7 miliar untuk periode empat tahun ke depan terkait dengan Olimpiade Tokyo.

Sebelum penundaan, penyelenggara Jepang secara resmi mengatakan tagihan untuk game akan menjadi USD12,6 miliar. Namun, audit pemerintah pada 2019 mengatakan setidaknya dua kali lipat, dan sebagian besar berupa uang pembayar pajak.

Bach mengatakan semua dari 14 sponsor top-level IOC, yang penawarannya bernilai lebih dari USD1 miliar digabung dalam periode 2017-20, berkomitmen untuk memenuhi dukungan mereka hingga tahun 2021.

Dalam akun terbarunya, untuk tahun 2018, ada USD 897 juta dalam portofolio Yayasan Olimpiade yang dimaksudkan untuk “mencakup persyaratan tunai operasional IOC jika terjadi pembatalan Olimpiade di masa depan.”

Sebelumnya, pada Maret silam, IOC dan Pemerintah Jepang sepakat untuk menunda gelaran Olimpiade Tokyo selama satu tahun mendatang. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply