Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, June 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Ketika Idul Fitri Terasa Berbeda di Tengah Pandemi Corona

Salat Idul Fitri di Mesir sebelum wabah corona. (dok. Egypt Independent)

Topcareer.id – Kemeriahan perayaan Idul Fitri tahun ini yang menandai akhir bulan Ramadhn 1441 H akan diredam akibat lockdown di banyak negara dan risiko penyebaran virus corona masih tinggi.

Banyak umat Muslim di seluruh dunia menjadi terbiasa dengan gagasan bahwa perayaan Idul Fitri tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dan harus dilewati dengan cara yang kurang mengenakan hati.

Pandemi virus corona telah membuat kehidupan normal terhenti, termasuk praktik keagamaan, dengan shalat tarawih berjamaah di rumah saja untuk menghambat penyebaran covid-19.

Idul Fitri kali ini juga dipastikan akan terkena dampak pandemi, karena bahkan negara-negara yang relatif berhasil memerangi virus corona tetap berusaha menjaga risiko penularan lebih lanjut.

Baca juga: Sendiri atau Jamaah, Begini Cara Sholat Idul Fitri di Rumah Sesuai Fatwa MUI

Seperti DKI Jakarta yang telah mengumumkan Pergub nomor 47 tahun 2020 pada 15 mei lalu, tentang pembatasan kegiatan bepergian keluar kota, masuk atau keluar Provinsi DKI Jakarta dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

Dalam Pergub tersebut, Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta melarang seluruh warga untuk bepergian ke luar kawasan Jabodetabek. Tentunya ini akan berdampak pada perayaan Idul Fitri yang biasanya orang bepergian untuk bersilaturahmi, terpaksa harus tetap berada di rumah dan merayakan Lebaran dengan cara lain.

Pandemi virus corona telah benar-benar mengganggu kehidupan sehari-hari, terutama interaksi sosial. Idul Fitri biasanya sebuah festival yang melibatkan makan besar dengan keluarga besar dan kunjungan ke rumah kerabat dan teman.

Banyak negara akan membatalkan sholat Id berjamaah. Selain itu setiap orang juga harus terus memastikan langkah-langkah menjaga jarak sosial apabila sholat Id berjamaah tetap ingin dilakukan. Dan itu berarti menjaga jarak dua meter antara orang di sebelah selama sholat Ied berlangsung.

Sementara itu beberapa negara, seperti Iran dan Pakistan, telah memungkinkan dimulainya kembali sholat Id berjamaah selama mereka disiplin mengambil langkah-langkah jarak sosial.

Terlepas dari langkah-langkah menjaga jarak sosial, orang masih mencari cara lain untuk merayakan Idul Fitri. Pada umumnya mereka akan menggunakan teknologi dengan melakukan video call. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply