Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, May 26, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Cara Simple Hemat Air di Masa Krisis Akibat Pandemi

Sumber foto: moneycrashers.com

Topcareer.id – Musim panas telah tiba. Kebutuhan penggunaan air rumah tangga pun meningkat. Apalagi di tengah pandemi global virus corona seperti sekarang yang mengharuskan orang harus tetap berada di rumah.

Dikutip dari goodhousekeeping.com, Rabu (20/05/2020), berikut beberapa tips untuk menghemat air selama kamu beraktivitas di rumah.

Jangan biarkan air keran mengalir
Ketika mencuci buah dan sayuran, keran air mengalir keluar antara 6 hingga 12 liter air setiap menit.

Sebaiknya, isi wastafel atau mangkuk cuci dengan air yang cukup untuk melakukan pekerjaan ini, kemudian gunakan air yang tersisa untuk menyirami taman.

Lakukan pengukusan sayuran daripada direbus
Ini bisa menghemat air dan membantu menjaga nutrisi dari sayuran yang kamu masak.

Jangan gunakan opsi siram besar pada sistem penyiraman kloset
Jangan menyiram toilet dengan pilihan siram besar. Gunakanlah tombol siram kecil, sesuai kebutuhan.

Gunakan mesin pencuci piring
Mesin pencuci piring modern kemungkinan menggunakan lebih sedikit air daripada mencuci di wastafel. Selain lebih hemat, kamu pun tak perlu mencuci tangan berulang kali.

Lakukan pemeriksaan secara berkala
periksalah secara teratur kebocoran mesin cuci dan selang saluran tempat pencuci piring, lalu segera perbaiki. Hal yang sama berlaku untuk keran yang menetes.

Keran yang menetes dan didiamkan dapat membuang 9 liter air dalam 24 jam, sehingga meningkatkan biaya tagihan air yang tidak perlu.

Jangan berlama-lama mandi
Terlalu lama mandi bisa boros air. Jika semua anggota keluarga dapat disiplin untuk menghemat air saat menggunakan kamar mandi, tagihan rekening air akan menurun secara signifikan.

Jangan siram kebun siang hari
Sirami kebun kamu di sore atau malam hari setelah tidak panas. Penyiraman di siang hari saat matahari terik hanya membuat penguapan terjadi lebih cepat, kamu pun jadi merasa tidak optimal menyiram tanaman sehingga secara tak sadar terus menambah air untuk menyiramnya.

Editor: Feby Ferdian

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply