Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, May 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Profesional

Yang Dilakukan LIPI Menyambut Normalitas Baru Dunia Usaha Pasca-pandemi Covid-19

Gedung LIPI. (dok. Sumsel Update)

Topcareer.id – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui webinar yang diselenggarakan pada youtube channelnya Selasa (19/5/2020) menyampaikan akan ada perubahan dan model bisnis baru dalam kehidupan normal baru (new normal) sehingga masyarakat tetap bisa menjalankan usahanya dengan hidup bersama virus corona.

Yan Rianto Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK (PPII) LIPI membahas tentang fasilitas alih teknologi di LIPI dalam mendukung pertumbuhan industri Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Karena sektor tersebut sangat terdampak oleh covid-19.

Untuk menunjang usaha ini, Yan menyampaikan LIPI mengembangkan bioteknologi dan menjalankan manajemen untuk fasilitas pengalihan teknologi. “LIPI tentunya membutuhkan mitra industri maupun usaha untuk melakukan penelitian, sebagian output teknologi LIPI telah dilisensikan ke industri, yang cukup banyak dimanfaatkan salah satunya adalah Gudeg kaleng Bu Tjitro,” kata Yan.

Baca juga: Ini Saran Teknologi dan Inovasi dari LIPI Hadapi Pandemi Covid 19

Teknologi tersebut merupakan hasil dari penelitian oleh peneliti LIPI di Yogyakarata yang kemudian dimanfaatkan oleh UMKM. Kini telah banyak UMKM yang juga menggunakan teknologi dari LIPI untuk bisa terus menjalankan usahanya di tengah pandemi virus corona.

LIPI terus mengembangkan teknologi untuk membantu UMKM memanfaatkan berbagai teknologi tepat guna. Teknologi tepat guna itu bisa yang sudah ada dan yang masih terus dikembangkan lebih lanjut.

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19 saat ini telah menyebabkan banyak pelanggan tidak bisa makan langsung di rumah makan atau restoran. Berkat bantuan pengembangan teknologi tepat guna dari LIPI, kini pelaku UMKM pemilik restoran bisa beralih untuk mengemas produk makanan yang dijual dalam kaleng sehingga bisa dijual online ke berbagai wilayah di Indonesia.

Pengemasan makanan olahan dan diversifikasi produk UMKM yang dibantu teknologinya oleh LIPI bisa membuka peluang pasar dan berpotensi meningkatkan omset pelaku UMKM.

Contoh lainnnya dari hasil implementasi teknologi tepat guna LIPI ada di Cirebon, sudah ada empal gentong di Cirebon bisa didapatkan produk kalengannya sehingga seluruh masyarakat di berbagai pelosok tanah air kini bisa menikmatinya.

Layanan dari PPII terkait teknologi untuk UMKM ini tentunya dilengkapi dengan penyediaan infrastruktur seperti gedung workshop, pilot plan dan peralatan industri. PPII juga melakukan pendampingan bisnis serta pelatihan atau workshop bagi para UMKM. Alat-alat produksi dari PPII disediakan dan bisa digunakan secara sharing.

Hal ini dilakukan agar UMKM bisa menggunakan alat produksi yang dibutuhkan tanpa harus mengeluarkan modal untuk investasi. “Bagi orang atau siapapun yang ingin memulai bisnisnya tidak perlu memikirkan investasi untuk mesin-mesin tersebut. Mereka bisa menggunakan fasislitas dari PPII sehingga tidak lagi terkendala belanja modal untuk memulai usaha,” ujar Yan. *

Editor: Ade Irwansyah

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply