Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, July 5, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Pelupa Justru Jadi Tanda Kamu Memiliki Otak yang Efisien

shutterstock

Topcareer.id – Saat kamu menjadi pelupa dalam beberapa bidang memang bisa menimbulkan masalah dan kritik dari banyak orang. Namun kamu tidak perlu berkecil hati jika kamu menjadi seorang yang sedikit pelupa.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menjadi pelupa yang tidak berlebihan justru bisa menjadi kelebihan, ingatan yang selektif bahkan bisa menjadi pertanda kecerdasan yang lebih kuat.

Peneliti Paul Frankland dan Blake Richards dari University of Toronto menemukan bahwa neurobiologi melupakan bisa sama pentingnya dengan pengambilan keputusan seperti halnya yang dipilih oleh pikiran kita untuk diingat.

Baca Juga: Coba Sekali-Kali Untuk Malas, Itu Baik Untuk Otakmu

Dikutip dari chicagotribune.com, Rabu (27/5/2020) menjadi pelupa justru menunjukkan bahwa otak bekerja secara efisien. Ini penjelasannya.

Rasa lupa yang timbul membuat melupakan informasi yang sudah ketinggalan zaman

Membuat keputusan yang cerdas tidak berarti kamu harus memiliki semua informasi yang ada, itu hanya berarti kamu harus memiliki informasi yang paling berharga. Dan itu berarti membersihkan ruang di istana memori kamu untuk informasi terbaru tentang klien dan situasi. Otak melakukan ini dengan menghasilkan neuron baru di hippocampus yang memiliki kekuatan untuk menimpa ingatan yang ada dan mempengaruhi pengambilan keputusan kita.

Lupa membantu kamu melihat gambaran besarnya

Ketika kamu lupa nama-nama klien tertentu dan perincian tentang pekerjaan lama, otak kamu membuat pilihan bahwa perincian ini tidak masalah. Meskipun terlalu banyak kelupaan bisa menjadi perhatian, detail yang hilang sesekali bisa menjadi tanda dari sistem memori yang sehat.

Baca Juga: Benarkah Kurang Tidur Sebabkan Kerusakan Sel Otak?

Para peneliti menemukan bahwa otak memfasilitasi pengambilan keputusan dengan menghentikanmu dari terlalu fokus pada detail kecil di masa lalu. Jika kamu seorang analis yang bertemu dengan klien setiap minggu, otak kamu akan mengenali bahwa ini adalah klien yang nama dan kisahnya perlu kamu ingat. Jika ini adalah seseorang yang mungkin tidak akan pernah kamu jumpai lagi, otak kamu akan menimbang informasi itu dengan sesuai untuk menghapus atau melupakannya.

Otak manusia bekerja lebih cerdas dari yang banyak orang ketahui. Otak bertujuan untuk mengingat cerita yang tepat, bukan mencari setiap cerita tanpa terkecuali. * (RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply