Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Lazada: Penjualan Bahan Makanan Melonjak karena Pandemi

Redmart Lazada.

Topcareer.id – Raksasa e-commerce Asia Tenggara, Lazada mengatakan, penjualan bahan makanan online di Singapura melonjak empat kali dari awal April, yakni sejak negara itu memberlakukan pembatasan gerakan ketika jumlah kasus virus corona semakin intensif.

Perusahaan yang dimiliki Alibaba ini memiliki sekitar 65 juta konsumen aktif pada platformnya di enam pasar Asia Tenggara yang berbeda. Bisnis pengiriman supermarket online Lazada di Singapura adalah RedMart, yang diakuisisi pada November 2016.

Pengunjung unik RedMart setiap hari telah meningkat lebih dari 11 kali, menurut James Chang, CEO Lazada Singapura. Dia mengatakan kepada CNBC pada Selasa (2/6/2020) bahwa perusahaan memiliki waktu yang cukup sulit untuk berusaha mengikuti layanan yang diharapkan pelanggan selama periode puncak.

Baca juga: Ini 4 Barang yang Laris Manis Selama Ramadhan 2020 di Shopee

“Penjualan (RedMart) telah meningkat sekitar empat kali dan kami mempekerjakan sekitar 500 staf di Singapura selama beberapa minggu untuk dapat meningkatkan kapasitas kami secara substansial,” kata Chang.

Orang-orang yang disewa untuk memenuhi peningkatan permintaan adalah campuran dari staf fulltime dan paruh waktu.

Lazada juga memperkenalkan sistem pengiriman baru pada tanggal 4 April yang memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kapasitasnya sebesar 50% dan menerima pesanan lebih banyak karena semakin banyak orang beralih ke e-commerce.

Ketika wabah mulai menyebar dengan cepat di luar China pada bulan Februari, Chang mengatakan pada saat itu bahwa pesanan RedMart melonjak dan melebihi rata-rata mingguan sebesar 300% ketika orang-orang di Singapura bergegas membeli dalam jumlah besar. Chang mengatakan Lazada memiliki investasi besardalam teknologi informasi dan infrastruktur logistik.

Singapura memiliki salah satu jumlah kasus koronavirus tertinggi di Asia, dan melaporkan lebih dari 35.000 kasus infeksi.

Untuk memperlambat penyebaran infeksi, Singapura memberlakukan pembatasan ketat pada awal April, yang oleh pihak berwenang disebut “pemutus sirkuit.”

Langkah-langkah tersebut akan secara bertahap berkurang dalam tiga fase. Mulai Selasa, fase pertama berlaku di mana lebih banyak orang diizinkan untuk kembali bekerja, tetapi pekerjaan jarak jauh diharapkan menjadi norma baru. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply