Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, April 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Surabaya Raya Siap Akhiri PSBB dan Masuki Transisi Menuju New Normal

Sumber foto: Alinea.id

Topcareer.id – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim menyetujui Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik untuk memberlakukan masa transisi menuju new normal.

Kebijakan itu sendiri terjadi lantaran tiga kepala daerah di Surabaya Raya, yakni Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, serta Bupati Gresik Sambari Halim Radianto secara bersamaan meminta PSBB tidak diperpanjang.

“Atas permintaan dari 3 kepala daerah di Surabaya Raya yang meminta agar PSBB tidak diperpanjang, maka kami meminta kepala daerah dan Forkopimda Surabaya Raya untuk menyiapkan peraturan Bupati dan Walikota serta menandatangani pakta integritas,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah usai rapat koordinasi pelaksanaan PSBB di Gedung Negara Grahadi, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Rekomendasi New Normal Industri Penerbangan, Menurut Perdospi

Menurut Khofifah, pakta integritas ini dibuat karena secara kajian, epidemiologis wilayah Surabaya Raya masih belum cukup aman untuk masuk ke tahap transisi menuju new normal.

“Pakta integritas ini akan menjadi format pengawalan bersama upaya-upaya yang dilakukan pemda kawasan Surabaya Raya dalam mencapai kondisi yang memenuhi syarat WHO untuk suatu daerah bisa menerapkan new normal,” tambahnya.

Penandatanganan pakta integritas ini sendiri akan dilakukan setelah para pemerintah daerah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik mempresentasikan Perwali dan Perbup terkait aturan untuk diberlakukan transisi menuju new normal.

Baca juga: New Normal, Begini Cara Bandara Lakukan Pemeriksaan Secara Digital

“Dalam setiap perwali dan perbup yang ada, Forkopimda Jatim meminta ada penegasan dan pendisiplinan terkait penerapan protokol kesehatan. Sebab Forkopimda Jatim tidak ingin adanya pelonggaran restriksi justru akan menyebabkan euforia di masyarakat sehingga berpotensi adanya second wave penularan Covid-19,” pungkas Khofifah.

Editor: Feby Ferdian

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan