Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 22, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Berhenti Minum Kopi? Waspadai Gejala Caffeine Withdrawal

Ilustrasi: MediumIlustrasi: Medium

Topcareer.id – Orang yang gemar konsumsi kafein seperti kopi bisa sampai ke tahap ketergantungan. Nah, jika tubuh menjadi tergantung pada kafein, menghilangkannya dari keseharian dapat menyebabkan gejala caffeine withdrawal. Terutama jika dilakukan secara tiba-tiba.

Gejala caffeine withdrawal biasanya dimulai 12-24 jam setelah menghentikan kafein. Sindrom Caffeine Withdrawal merupakan diagnosis medis yang diakui dan dapat memengaruhi siapapun yang secara teratur mengonsumsi kafein.

Berikut 7 tanda caffeine withdrawal, berdasar laman Healthline.

1. Sakit kepala

Kafein menyebabkan pembuluh darah di otak mengkerut, yang memperlambat aliran darah. Satu studi menemukan bahwa hanya 250 mg, atau kurang dari tiga cangkir kopi, dapat mengurangi aliran darah otak sebanyak 27%.

Karena konsumsi kafein menyebabkan pembuluh darah menyempit, mengurangi atau menghentikan asupan memungkinkan pembuluh darah terbuka dan meningkatkan aliran darah ke otak. Perubahan aliran darah yang tiba-tiba ini dapat menyebabkan sakit kepala yang menyakitkan yang dapat bervariasi.

2. Kelelahan

Kafein membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kelelahan dengan memblokir reseptor untuk adenosin, neurotransmitter yang dapat membuatmu merasa ngantuk.

Menghilangkan kafein secara tiba-tiba dapat memiliki efek sebaliknya, menyebabkan kantuk dan kelelahan.

Mereka yang mengonsumsi kafein setiap hari, memiliki gejala penarikan yang lebih parah, termasuk kelelahan, daripada mereka yang hanya mengonsumsinya beberapa kali seminggu.

3. Cemas

Kafein adalah stimulan yang meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan hormon stres kortisol dan epinefrin. Pada orang yang sensitif terhadap kafein, hanya satu cangkir kopi dapat menyebabkan gelisah dan cemas.

Walaupun mengonsumsi kafein dapat menyebabkan cemas, menghentikannya juga dapat menyebabkan efek samping ini. Tubuh dapat menjadi tergantung secara mental dan fisiologis, menyebabkan perasaan cemas.

4. Kesulitan berkonsentrasi

Kafein meningkatkan kadar adrenalin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenalin sebagai bagian dari reaksi normal tubuh terhadap stres.

Kombinasi reaksi ini meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, menstimulasi otak, menyebabkan peningkatan kewaspadaan dan fokus. Menghilangkan kafein dapat memengaruhi konsentrasi saat tubuh berjuang untuk terbiasa berfungsi tanpanya.

Leave a Reply