Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Kerja Dari Rumah

Burnout Akibat WFH Bisa Terjadi. Ini Sebab dan Cara Atasinya

Sumber foto: gettyimages

Topcareer.id – Kerja dari rumah atau WFH (work from home) juga dapat mengakibatkan burnout pada karyawan. Burnout, sederhananya, adalah perasaan penipisan energi pada pekerjaan, peningkatan jarak mental dari pekerjaanmu atau berkurangnya profesionalitas.

Sejak tahun 2019 lalu, WHO telah mengakui burnout atau kelelahan bekerja sebagai penyakit resmi. Burnout bisa diakibatkan oleh beberapa cara, tetapi tiga faktor penyumbang terbesar adalah kelelahan, sinisme, dan ketidakefisienan untuk pekerjaan.

Bahkan, satu studi yang dilakukan oleh TollFreeForwarding.com menemukan bahwa:

  • Lebih dari sepertiga (36 persen) responden mengatakan mereka menderita kelelahan setiap minggu. Ini bermanifestasi dalam kecemasan (40 persen), kelelahan (44 persen) dan stres (56 persen).
  • Lebih dari sepertiga (34 persen) karyawan mengambil hari sakit setidaknya setiap enam bulan karena kelelahan.
  • Lebih dari setengah (55 persen) telah mempertimbangkan untuk meninggalkan pekerjaan mereka karena kurangnya dukungan untuk waktu libur.

Tapi bagaimana dengan kelelahan saat bekerja dari rumah atau WFH? Dengan banyak pekerja sekarang bekerja dari rumah di tengah pandemi dan terpaksa menyulap sejumlah tanggung jawab, mereka bisa rentan terhadap burnout.

Baca juga: Saran Berpakaian Bisnis Casual Saat Meeting Video dengan Bos atau Klien

Berikut beberapa penyebab burnout saat WFH:

Hilangnya batasan
Ini masalah umum yanhg bisa menyebabkan kelelahan ekstra saat bekerja di rumah. Menemukan keseimbangan kehidupan-kerja adalah kuncinya. Kamu perlu belajar bagaimana memisahkan pekerjaan dari kehidupan rumah tangga, karena ketika mereka berbaur bersama, otak kamu tidak bisa berhenti dan beristirahat.

Apa yang terjadi pada kebanyakan orang ketika mereka bekerja dari rumah adalah mereka sering bekerja lebih lama. Untuk mengatasi ini, kamu perlu menetapkan batasan yang jelas. Putuskan waktu ketika kamu akan berhenti bekerja.

Kurangnya kontrol
Sering kali, pekerja yang burnout merasa bahwa mereka tidak memiliki kendali atas jadwal, interaksi, dan manajemen waktu mereka. Mengingat pandemi saat ini, perasaan itu lebih umum terjadi. Yang terbaik adalah membuat jadwal yang menunjuk pekerjaan, keluarga dan waktu luang untuk mendapatkan kembali rasa kontrol.

Baca lebih jauh di halaman berikutnya>>

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply