Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, September 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Awas! Studi Temukan Virus Corona Dapat Menyebar di Toilet

Foto Ilustrasi Toilet (Freepik)

Topcareer.id – Sejak pandemi COVID-19 berlangsung, para ahli banyak melakukan penelitian termasuk menemukan tempat-tempat yang dicurigai dapat menyebarkan virus corona. Termasuk toilet.

Sebaiknya kamu meletakkan tutup closet sebelum menyiram menggunakan toilet flush. Mengapa?

Sebuah studi pemodelan komputer baru menunjukkan bagaimana toilet flush dapat mengirim awan partikel kecil yang mengandung feses yang membawa virus corona ke udara.

Dokter dan para ahli telah menunjukkan bahwa virus corona dapat hidup dan bereplikasi dalam sistem pencernaan, dan ada bukti virus tersebut ditemukan dalam kotoran manusia.

Baca Juga: Suka Bawa HP Ke Toilet? Coba Pertimbangkan Bahayanya

Sekarang tim dari Universitas Yangzhou di China telah menggunakan pemodelan komputer untuk menunjukkan bagaimana air dari toilet yang di-flush dapat menyembur ke udara setinggi sekitar hampir 1 meter, tulis mereka dalam jurnal Physics of Fluids.

“Seseorang dapat memperkirakan bahwa kemungkinan penyebaran akan lebih tinggi ketika toilet sering digunakan, seperti toilet keluarga pada waktu sibuk atau toilet umum yang melayani daerah padat penduduk,” kata Ji-Xiang Wang dari Yangzhou University seperti dikutip CNN.

Studi lain telah menunjukkan dengan jelas bahwa corona virus, penyebab umum muntah dan diare dapat menyebar melalui toilet saat melakukan flush atau pembilasan.

Dan pada bulan April 2020 lalu, para peneliti menginformasikan bahwa toilet mungkin juga dapat menjadi tempat penyebaran virus corona.

“Sudah ada, bukti kontaminasi SARS-CoV-2 sampel permukaan dan udara di luar ruang isolasi, dan data eksperimental yang menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 dapat hidup dalam semburan ke udara selama 3 jam, kita harus meningkatkan kekhawatiran tentang mode transmisi ini dan segera melakukan penelitian lebih lanjut.” Ujar Carmen McDermott dan rekan-rekannya dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington dalam Journal of Hospital Infection.

Baca Juga: Tempat Paling Kotor Di Bandara Bukan Toilet, Melainkan…

“Pelepasan tinja tampaknya terjadi pada pasien tanpa gejala gastrointestinal, yang dapat memungkinkan individu tanpa gejala menjadi sumber penularan melalui tinja,” tambah mereka.

Satu peneliti lain yang tidak terlibat dalam penelitian ini memberi tanggapan.

“Viral load dalam tinja dan fraksi aerosol yang dihasilkan apakah mengandung virus itu tidak diketahui. Bahkan jika virus itu terkandung dalam aerosol yang diproduksipun tidak diketahui apakah virus akan tetap menular. Belum ada bukti yang jelas untuk transmisi oral penyebaran virus melalui tinja.” ungkap Bryan Bzdek, seorang peneliti aerosol di Universitas Bristol Inggris.

Para penulis penelitian menyarankan bahwa sedapat mungkin setiap orang harus menjaga dudukan toilet tertutup ketika kita menyiram, membersihkan dudukan toilet dan area kontak lainnya secara teratur, serta mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir setelah menggunakan toilet.

Walaupun penelitian ini belum dapat menunjukkan bahwa langkah-langkah ini akan mengurangi penularan virus SARS-CoV-2, namun banyak virus lain yang bisa ditularkan melalui tinja, jadi ini adalah praktik kebersihan yang baik untuk dilakukan.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply