Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, September 20, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Anak Suka Bohong? Orang Tua Ternyata Punya Andil, Lho!

Sumber foto: growwithtraction.com

Topcareer.id – Tahukah kamu? Orang tua yang keras cenderung mengubah anak-anak mereka menjadi seseorang yang ”sangat terampil dan efektif’ dalam berbohong.

Psikoterapis Philippa Perry mengatakan bahwa pola didik orang tua yang terlalu ketat, menciptakan suasana di mana anak tidak merasa aman mengatakan yang sebenarnya.

Komentar Philippa Perry didukung oleh penelitian dari seorang psikolog asal Canada, Victoria Talwar yang mengembangkan percobaan untuk mengukur tingkat kebohongan anak-anak.

Baca juga: Kemnaker Targetkan Tarik 9 Ribu Pekerja Anak pada 2020

Dr Talwar memilih dua sekolah di Afrika Barat, satu dengan peraturan santai, dan satu sekolah yang sangat keras, untuk mengambil bagian dalam apa yang disebutnya ‘Peeping game’.

Tes ini meminta anak-anak untuk menebak benda apa yang membuat suara tertentu tanpa melihat. Orang dewasa kemudian meninggalkan ruangan dan ketika mereka kembali, mereka bertanya kepada anak apakah benda itu, dan apakah mereka mengintip.

Dr Talwar menemukan bahwa di sekolah yang lebih santai, hanya sebagian kecil anak yang berbohong, sementara sebagian besar mengatakan yang sebenarnya. Sebaliknya, di sekolah yang sangat ketat, anak-anak sangat cepat berbohong dan melakukannya dengan sangat efektif.

Baca juga: Anak Pemalu Sulit Baca Emosi Orang

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika orang tua atau sekolah mengambil sikap terlalu keras kepada anak-anak, maka hal ini hanya akan membuat anak tersebut mengembangkan bakatnya dalam berbohong.

Jika seorang anak berbohong untuk keluar dari masalah, maka kebohongan itu tidak semuanya tergantung pada anak, melainkan situasi yang diciptakan bersama. Jadi, pihak orang tua tidak bisa menyalahkan anak itu karena berbohong.

Kesimpulan dari penelitian itu, bersikap terlalu keras dan kaku terhadap anak tidak akan membuat situasi menjadi lebih baik.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply