Kesepian
Kita semua telah melihat gambar stereotip tentang orangg tua yang duduk sendirian di kursi goyang, dan menatap kosong ke angkasa. Gambaran semacam itu terasa memilukan. Banyak yang beranggapan setelah kehilangan pasangan dan teman-teman mereka, mereka akan hidup sendirian, dilupakan.
Padahal, orang tua berkesempatan menemukan banyak kegiatan baru, mulai dari kelompok diskusi, klub membaca buku, hingga komunitas kerohanian. Banyak hal yang masih bisa dilakukan ketimbang duduk dan menenggelamkan diri dalam kesedihan.
Tak lagi memiliki arti
Ingatlah, Winston Churchill memimpin bangsanya melalui Perang Dunia II ketika usianya menginjak 70-an.
Jimmy Carter di usia 94 tahun masih melanjutkan upayanya untuk meningkatkan kehidupan orang-orang di seluruh dunia melalui filantropi dan diplomasi.
Begitu juga Paul Newman yang tidak hanya akan dikenang sebagai aktor hebat, tetapi juga untuk kegiatan amal yang ia kelola hingga usia 80-an.
Percayalah, mitos ini hanya murni mengenai persepsi, dan tak ada hubungannya dengan penuaan. Semuanya tergantung pada niat dan bagaimana kamu memilih menjalani hidupmu.
Depresi
Memang betul, menurut sebuah studi, dari mereka yang berusia di atas 60 tahun, ada 7% yang menderita depresi. Namun, coba lihat dari sisi lain, itu berarti 93% lainnya, tidak mengalaminya.
Lalum bagaimana kamu bisa menghindari depresi di tahun-tahun selanjutnya? Pertahankan jaringan keluarga dan teman yang kuat. Tetap terlibat dalam komunitas, dan teruslah jaga kesehatanmu. Aktiflah bergerak dan penuhi kebutuhan asupan harianmu dengan baik.
Pada akhirnya, penuaan tidak seburuk yang diperkirakan banyak orang. Ini adalah proses yang membawa perubahan, tetapi tidak selalu berarti masalah. Lagi-lagi, ini semua tentang pola pikir yang kamu miliki.
.