Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tren

Tesla Akhiri Masa-masa Pengurangan Gaji Pekerjanya

Elon Musk, pemilik Twitter akan rebranding logo burung biru Twitter menjadi X.Elon Musk, pemilik Twitter akan rebranding logo burung biru Twitter menjadi X. (dok. The Verge)

Topcareer.id – Tesla mengatakan kepada karyawannya, bahwa mereka akan mengakhiri masa-masa pengurangan gaji pekerja yang dibayar pada 29 Juni 2020, seperti yang diharapkan.

Pada pertengahan April, perusahaan kendaraan listrik itu memangkas gaji karyawan 10% hingga 30%, tergantung pada posisi mereka.

Pada saat itu, Tesla mengatakan bahwa tekanan Covid-19 pada bisnis sebagai alasan untuk pemotongan gaji, dan mengharapkan pekerjanya untuk bertahan hingga sekitar kuartal kedua 2020.

Dikutip dari laman CNBC, dalam email HR baru yang dikirim ke karyawan global Tesla oleh bagian SDM pada Rabu 1 Juli, Tesla mengulangi rincian tentang proses tinjauan kinerja yang akan datang.

Baca juga: Kenaikan Saham Tesla Bikin Elon Musk Bergaji 700 Juta Dollar

Sepanjang dekade terakhir, Tesla telah mengubah jadwal untuk tinjauan kinerjanya, menyebabkan beberapa karyawan kehilangan gaji berbulan-bulan yang lebih tinggi, dan kehilangan kesempatan untuk menerima bonus atau gelar senior, lewat PHK yang menghilangkan peran mereka sepenuhnya.

Pada Kamis, saham Tesla melonjak setelah pembuat mobil melaporkan bahwa ia mengirim 90.650 kendaraan pada kuartal kedua, yang dengan mudah mengalahkan ekspektasi Wall Street.

CEO Elon Musk mengirim email “selamat,” dan berterima kasih kepada karyawan atas pekerjaan mereka selama kuartal yang menegangkan, sehari sebelum laporan pengiriman.

Baca juga: Elon Musk Dapat Insentif Saham Rp11,34 Triliun dari Tesla

Diketahui, wabah ini menutup sementara beberapa pekerjaan operasi Tesla selama kuartal, termasuk pabrik mobilnya di Fremont, California, dan pabrik baterai di luar Reno, Nevada.

Musk juga mengucapkan terima kasih kepada pemegang saham Tesla dalam tweet karena mendukung bisnisnya, yang telah diperdagangkan secara publik di Nasdaq selama 10 tahun, tetapi belum mencapai satu tahun penuh keuntungan.

Saham ditutup naik 8% pada Kamis, sehari setelah kapitalisasi pasar Tesla melampaui Toyota, menjadikannya perusahaan mobil paling berharga di dunia.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply