Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, August 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kebiasaan Ngemil, Baik Atau Buruk?

Sumber foto: Healthline

Topcareer.id – Di zaman yang serba sibuk dan penuh tekanan, sangat sedikit orang yang bisa makan tiga kali sehari. Sebagian besar lebih banyak mengenyangkan diri dengan cemilan.

Apakah ngemil itu buruk? Bisa iya dan bisa juga tidak. Di bawah ini, Topcareer.id merangkum pro dan kontra dari ngemil, serta beberapa tips untuk membantumu memanfaatkan camilan di antara waktu makan.

Manfaat ngemil

  • Mencegah kamu dari terlalu lapar sehingga kamu tidak makan berlebihan.
  • Memberikan waktu bagi tubuh untuk mendapatkan nutrisi tambahan, terutama dari buah-buahan dan sayuran.
  • Membantu menjaga energi kamu bahkan sepanjang hari.
  • Penting untuk bayi, balita, dan anak kecil yang tidak banyak makan. Tentunya berikan cemilan sehat.

Kekurangan ngemil

  • Dapat menjadi alasan untuk makan junk food berlebihan.
  • Jumlah yang dimakan dari cemilan dapat dengan mudah menambah kalori lebih banyak.
  • Makanan ringan tradisional seringkali tidak memiliki nilai gizi (kerupuk, kue, keripik, dan makanan sejenis lainnya).

Tips ngemil sehat

  • Cemilan sayuran dan buah-buahan jika memungkinkan.
  • Buat cemilan dari kombinasi karbohidrat (buah-buahan dan sayuran), protein (telur, keju, yogurt, kacang atau mentega kacang, daging tanpa lemak), dan lemak (termasuk dalam makanan protein yang disebutkan). Kombinasi ini akan membuatmu puas dan mempertahankan tingkat energi.
  • Makan makanan ringan hingga sekitar 200 kalori. Lebih dari itu, cemilan sama beratnya seperti makan makanan pokok.
  • Hindari membeli “makanan ringan.” Sebagai gantinya, buat makanan ringan dari bahan-bahan yang biasanya kamu gunakan untuk membuat makanan.
  • Ngemil saat kamu sedang tidak stres, sehingga kamu dapat memperhatikan porsi yang sehat.

Editor: Feby Ferdian

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply