Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, August 6, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Operasional KRL Sudah 95%, Kenapa Masih Antre Panjang?

Topcareer.id – Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo baru-baru ini angkat bicara mengenai kepadatan penumpang yang terjadi di sejumlah stasiun keberangkatan KRL Commuter Line.

Didiek menjelaskan, jumlah KRL yang dioperasikan saat ini sudah mencapai 947 perjalanan. Jumlah ini telah memenuhi 95% dari aktivitas reguler pada masa normal, yakni sebanyak 991 perjalanan.

“Misalnya di stasiun Bogor, headway antar kereta sudah 5 menit sekali,” ucap Didiek dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2020).

Namun demikian, jumlah tersebut belum mampu mengurangi antrean penumpang. Salah satunya karena kapasitas yang disediakan masih dibatasi dalam setiap perjalanan.

Oleh karena itu, Didiek pun mengharapkan adanya relaksasi terkait batas kapasitas angkut KRL dari Kementerian Perhubungan dimana sesuai SE DJKA No 14 Tahun 2020.

Baca juga: 7 Saran Protokol Kesehatan Pengguna Transportasi Umum dari Dokter Reisa

Menurutnya, jika kapasitas ditingkatkan dari 45% atau 74 pelanggan, menjadi 60% atau sekitar 100 pelanggan per kereta, maka antrean di stasiun dapat berkurang.

“Meski ada penambahan kapasitas angkut, protokol kesehatan tetap akan KAI jalankan dengan ketat dan tegas seperti yang sudah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19 seperti disiplin memakai masker, baju lengan panjang, rutin cuci tangan, tidak memegang wajah, mata, dan mulut serta tidak berbincang-bincang selama di dalam kereta,” ujar Didiek.

Seperti diketahui, jumlah pelanggan KRL yang dilayani pada Senin (6/7) hingga pukul 10.00 mencapai 166.044 orang. Kepadatan tercatat terjadi pada jam sibuk, yakni pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Baca juga: Masa New Normal, Ini yang Dikeluhkan Konsumen pada Transportasi Udara

Didiek mengimbau, untuk mengurangi kepadatan di stasiun, terutama di jam sibuk (06.00-08.00 WIB), seluruh Instansi, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan swasta diharapkan mengatur jam kerja pegawainya.

“KAI berharap seluruh pihak yang pegawainya berangkat kerja menggunakan KRL dapat mengatur kembali jam masuk kerja pegawainya sesuai SE Gugus Tugas Covid-19 No 8 tahun 2020, atau melakukan pengaturan jam kerja shift pagi dan siang,” ucap Didiek.

Selain itu, untuk mengetahui kondisi antrean di sejumlah stasiun keberangkatan, Pelanggan KRL dapat memanfaatkan akun media sosial @commuterline, serta aplikasi KRL Access.

the authorFeby Ferdian

Leave a Reply