Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, September 19, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Inggris Siapkan Bonus bagi Perusahaan yang Pekerjakan Kembali Karyawannya

Sumber foto: Culture Trip

Topcareer.id – Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak telah mengumumkan skema bonus back-to-work bagi perusahaan yang membawa karyawan cuti kembali bekerja, dan diskon restoran 50% untuk semua warga negara hingga bulan Agustus.

Dalam “anggaran mini” de-facto yang diluncurkan Rabu, Sunak mengatakan kepada House of Commons bahwa skema retensi pekerjaan, yang telah mensubsidi upah untuk 9,3 juta pekerja cuti, akan dikurangi hingga akhir Oktober.

Dikutip dari laman CNBC, perusahaan akan menerima bonus 1.000 pound (USD 1254,55) per pekerja cuti bagi perusahaan yang kembali mempekerjakan tenaga kerja, dengan penghasilan setidaknya 520 pound per bulan.

Baca juga: Efek Pandemi, Pemilik Koran Daily Mirror Akan PHK 550 Karyawan

Para ekonom telah memperingatkan bahwa mengakhiri skema cuti pada bulan Oktober akan menimbulkan krisis pengangguran yang sangat ditakuti. Namun, Sunak mengklaim skema itu tidak bisa dan tidak boleh berlangsung selamanya.

“Kita harus jujur. Memberikan skema cuti terbuka selamanya memberi orang harapan palsu bahwa akan selalu mungkin untuk kembali ke pekerjaan yang mereka miliki sebelumnya,” kata Sunak, Rabu (8/7/2020).

“Dan semakin lama orang menggunakan cuti, semakin besar kemungkinan keterampilan mereka memudar dan mereka akan merasa lebih sulit untuk mendapatkan peluang baru.”

Baca juga: Pandemi Bikin Pendapatan Klub Liga Utama Inggris Berkurang Rp 17,6 Triliun

Sunak juga mengungkap langkah diskon 50% yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi warga negara yang makan di luar dari Senin hingga Rabu, kebijakan ini berlaku sampai Agustus. Ini juga merupakan upaya mengembalikan industri perhotelan dan beroperasi setelah berbulan-bulan terkunci.

Diskon makanan ini maksimal 10 pound per orang, dan restoran yang terkena kebijakan ini akan dapat mengklaimnya kembali dari pemerintah.

PPN (pajak penjualan pertambahan nilai) untuk sektor perhotelan dan pariwisata juga dipotong dari 20% menjadi 5% hingga Januari, dengan biaya Departemen Keuangan 4 miliar pound.

Editor: Feby Ferdian

Leave a Reply