Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, August 7, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Meski Menyebalkan, Studi Temukan Sarkasme Tingkatkan Kreativitas

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – “Sarkasme adalah bentuk akal terendah tetapi bentuk kecerdasan tertinggi.” Apakah sarkasme merupakan tanda kecerdasan atau bukan, pakar komunikasi dan penasihat pernikahan biasanya menyarankan untuk menjauhi bentuk ungkapan khusus ini.

Alasannya sederhana, sarkasme mengungkapkan sengatan beracun tentang penghinaan, menyakiti orang lain dan merusak hubungan. Sebagai bentuk komunikasi, sarkasme bisa menyebabkan konflik.

Namun, penelitian juga menunjukkan, ada beberapa manfaat tak terduga dari sarkasme. Menurut penelitian ini, daripada menghindari sarkasme sepenuhnya, disarankan sarkasme untuk digunakan dengan hati-hati dan tidak berlebihan. Berikut ini manfaatnya:

Baca Juga: Sarkasme Tak Selalu Menyebalkan, Ini Manfaatnya!

Sarkasme membuatmu lebih humoris dan percaya diri

Dalam sebuah makalah 2016 yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, keberhasilan penggunaan humor sarkastik dengan menceritakan lelucon yang lucu dan tepat dapat meningkatkan status kamu karena itu membuatmu tampak lebih percaya diri dan lebih kompeten. Keyakinan dan kompetensi adalah dua sifat utama yang menentukan status seseorang. Humor dan sarkasme bekerja untuk memperkuat sifat-sifat ini.

Sarkasme meningkatkan kreativitas

Dalam sebuah makalah 2015 yang diterbitkan dalam Organizational Behavior dan Human Decision Processes, para peneliti (termasuk yang ada di sekolah bisnis Harvard dan Columbia) membuat kasus sarkasme yang memfasilitasi pemikiran kreatif. Dalam serangkaian percobaan, peserta memberikan atau menerima respons positif, netral, atau sarkastik dengan pasangan. Mereka yang berada dalam kelompok sarkastik tampil lebih baik dalam tugas-tugas kreatif.

Sarkasme bisa membuat kritik tampak sedikit menyenangkan

Ingin menawarkan komentar konstruktif tanpa merasa jahat? Dalam sebuah makalah 2016 yang diterbitkan dalam Journal of Speech, Language, and Hearing Research, rekan penulis Melanie Glenwright, seorang profesor psikologi di University of Manitoba, meneliti bagaimana orang dewasa dan anak-anak menafsirkan komentar sarkastik. Reaksi yang umumnya disetujui oleh orang dewasa terhadap kritik menunjukkan bahwa itu dapat dibungkus dengan komentar lucu yang sarkastik sehingga mengurangi kesempatan bagi pendengar untuk merasa tersinggung.

Baca Juga: 10 Cara Halus Sampai kasar Usir Pelanggan Kafe Saat Mau Tutup

Sarkasme bisa membuat hubungan sosial lebih baik

Sarkasme juga dapat digunakan untuk menyampaikan humor dan kegembiraan yang dapat meningkatkan suasana hati baik untuk penyampai pesan maupun penerima pesan.

Sarkasme membuatmu lebih cerdas

Sarkasme dan humor memiliki sifat yang sama: Mereka membutuhkan pemikiran kreatif yang digunakan secara cepat untuk menganalisis suatu situasi. Bergantung pada lingkungannya, sarkasme yang cerdik berpotensi membuat orang lain memikirkan dirimu. Cara delivery atau penyampaiannya dan pengaturan waktu juga penting. Ini membuat orang terbiasa melatih otaknya untuk selalu berpikir bagaimana cara melakukannya dengan baik.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply