Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 22, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Industri Penerbangan China Derita Kerugian Rp70,7 Triliun di Kuartal II 2020

Maskapai Air China. (dok. AFP)

Topcareer.id – Industri penerbangan China merosot jauh ke zona merah, kehilangan 34,25 miliar yuan atau setara Rp70,7 triliun (1 yuan= Rp2.066) pada kuartal kedua, hanya sedikit lebih sempit dari pada kuartal pertama, menggarisbawahi dampak keuangan yang sangat besar dari pandemi virus corona.

Pada kuartal pertama, industri penerbangan yang meliputi maskapai, bandara dan perusahaan penerbangan lainnya, kehilangan 38,1 miliar yuan (Rp78,6 triliun), menurut data yang dirilis oleh Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC) pada Jumat (10/7/2020).

Industri penerbangan China telah pulih lebih cepat daripada kebanyakan negara yang kembali buka penguncian karena Covid-19, didukung oleh pemulihan yang stabil di pasar perjalanan domestik setelah epidemi sebagian besar dikendalikan.

Baca juga: Alasan Pemerintah Izinkan 500 TKA China di Sulteng

Dikutip dari Reuters, angka penumpang menunjukkan sektor ini masih jauh di bawah level pra-Covid-19, menurut data resmi terbaru.

Jumlah penumpang Juni turun 42,4% dari tahun sebelumnya menjadi 30,74 juta, kata CAAC, meskipun itu lebih baik daripada penurunan 52,6% pada Mei. Pada semester pertama tahun ini, jumlah penumpang turun 45,8% dari tahun lalu.

Untuk meningkatkan arus kas, beberapa maskapai penerbangan China baru-baru ini meluncurkan tiket diskon yang akan memungkinkan penumpang melakukan perjalanan domestik tanpa batas dengan beberapa aturan.

China Eastern Airlines adalah yang pertama di bulan Juni yang menjual tiket penerbangan “terbang sesuka” untuk perjalanan domestik akhir pekan tanpa batas hingga akhir tahun. Kesepakatan itu disambut dengan antusiasme konsumen yang besar dan lebih banyak maskapai mengikuti. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a Reply