Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Main Game Bisa Sebabkan Kecanduan. Ini Penjelasannya

Sumber foto: medicalxpress.com

Topcareer.id – Banyak cara untuk menghilangkan stres, salah satunya adalah bermain video game. Namun, waspadalah, video game bisa menyebabkan kecanduan jika tidak dikontrol dan berlebihan.

Sejak tahun 1950-an, game telah tumbuh menjadi industri bernilai multi-miliar dolar. Beberapa orang khawatir tentang efek jangka panjang dari bermain video game, terutama pada anak-anak. Kekhawatiran berpusat pada pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • “Apakah video game berbahaya?”
  • “Apakah video game kekerasan menyebabkan agresi?”
  • “Apakah video game membuat kecanduan?”

Meskipun penelitian belum dapat disimpulkan, tampaknya ada bukti bahwa video game dapat berbahaya, meningkatkan agresi, dan dapat membuat ketagihan. Efek ini sangat individual dan mungkin melibatkan banyak faktor, di luar jumlah waktu yang dihabiskan untuk memainkannya.

Baca juga: Alasan Industri Game Lebih Untung daripada Industri Musik dan Film

Tanda-tanda kecanduan video game

Studi menunjukkan bahwa 1 hingga 16 persen gamer memenuhi kriteria kecanduan. Namun, definisi resmi kecanduan game bervariasi di berbagai organisasi.

Bermain video game, sebagai salah satu dari serangkaian kegiatan hiburan, mungkin tidak berbahaya atau menunjukkan kecanduan

Tapi di sisi lain, ketika bermain game membuat ketagihan, aktivitas ini akan mengambil alih cara seseorang dalam menghadapi kehidupan. Sebagai akibatnya, bidang-bidang kehidupan penting lainnya jadi diabaikan atau terganggu.

Baca juga: Sanggup Main Game Nintendo Switch 50 jam? Hadiahnya Rp 14 Juta

Salah satu game yang menyebabkan kecanduan, adalah jenis Multiplayer Online Role-Playing Game. Singkatnya game MMORPG.

MMORPG menghasilkan 25 persen dari pendapatan game di seluruh dunia. Permainan ini menyimpan banyak daya tarik bagi para gamer lantaran memiliki unsur interaktif, sosial, kompetitif, dan terjadi secara real time.

Penelitian menunjukkan bahwa MMORPG lebih bersifat adiktif. Akibatnya, mereka cenderung memiliki dampak negatif yang lebih besar pada kesehatan fisik, kebiasaan tidur, dan kinerja akademik.

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply