TopCareerID

Di-lockdown Bersama Keluarga, Kenapa Kita Tetap Ingin Kumpul Bareng Orang Lain?

Ilustrasi. (dok. Mainichi jp)

Topcareer.id – Ketika pembatasan akibat virus corona sudah mulai dilonggarkan dan cuaca memasuki musim panas, banyak orang mencari tahu bagaimana agar bisa terhubung dengan orang lain sambil mencoba tetap aman.

Keyword pencarian “ide-ide berkumpul dengan jarak sosial” sempat melonjak popularitasnya hingga 600% menurut tweet dari Google Trends.

Namun, dengan pandemi yang sedang berlangsung dan tidak ada pengobatan atau vaksin yang ampuh untuk Covid-19, mengapa orang-orang tertarik untuk bergaul satu sama lain meskipun ada risiko infeksi?

Baca juga: Dianggap Tidak Tepat, Frasa “New Normal” Direvisi Pemerintah. Jadi Apa?

“Sebagai manusia, kita ini mahluk sosial dan akan terdorong untuk terus terhubung dengan yang lainnya. Kita memiliki motivasi yang mendasarinya,” kata Theresa DiDonato, seorang profesor psikologi di Universitas Loyola.

“Fakta bahwa kita berada dalam situasi yang aneh ini, dan bahwa kita tidak seharusnya berada di dekat orang lain, akan terasa sangat tidak wajar bagi kita,” ujarnya.

Bahkan dikarantina dengan keluarga atau teman sekamar masih dapat membuat orang berhasrat untuk berinteraksi dengan teman dekat di luar sana, karena mereka memenuhi kebutuhan relasional yang berbeda, menurut DiDonato. “Berusaha mengikuti pedoman kesehatan dengan disiplin, meskipun tergoda untuk tidak melakukannya, menjadi tantangan nyata,” kata DiDonato.

Untuk menghadapi hambatan ini, orang harus kreatif dan menemukan kegiatan yang sesuai dengan usia dan minat mereka.

Christine Carter, seorang sosiolog dan pelatih kehidupan yang berbasis di San Francisco Bay Area, mengatakan rumah tangganya sangat bergantung pada kegiatan di luar rumah untuk kumpul-kumpul.

Ia mencontohkan kegiatannya saat musim panas di tengah pandemi virus corona, keempat remaja di keluarganya diizinkan untuk bertemu di luar dengan sejumlah kecil teman dan tetap menjaga jarak sosial serta mengenakan masker.

Baca juga: Peran Teknologi di Era New Normal Dorong Peningkatan Skill Karyawan

Menurutnya jenis interaksi teman sebaya ini sangat penting untuk kesehatan mental selama pandemi. Para remaja benar-benar membutuhkan sumber dukungan emosional di luar rumah, terutama setelah mereka melalui semua yang mereka alami.

Untuk anak-anak yang lebih kecil, interaksi sosial dengan teman-teman mungkin harus lebih diawasi, menurut Maria Zimmitti, direktur klinis Georgetown Psychology. Dia merekomendasikan kegiatan di luar ruangan yang kondisinya mudah bagi anak-anak untuk bisa menjaga jarak sosial dari satu orang ke orang lainnya.

Interaksi sosial pun juga penting untuk orang dewasa, menurut Barton Goldsmith, seorang psikoterapis yang berbasis di Westlake Village, California

“Kita tidak ditakdirkan untuk hidup sendiri tanpa orang lain,” katanya. “Orang-orang ingin terhubung dan mereka akan menemukan cara untuk melakukannya – masalahnya adalah melakukannya dengan aman.”

Baca juga: Begini New Normal Siswa Sekolah di Thailand

Goldsmith mengatakan orang harus tetap terpisah sejauh satu setengah meter ketika berkumpul dan mengenakan masker, tetapi itu tidak berarti mereka tidak bisa bersenang-senang. Dia memberikan sejumlah ide sosial yang aman untuk orang dewasa, termasuk beberapa yang telah dia terapkan dalam hidupnya sendiri.

Untuk perjalanan ke pantai, ia merekomendasikan membawa handuk besar atau selimut untuk membantu menetapkan batas-batas.

“Jika kamu memiliki sesuatu seperti seprai berukuran besar, yang sangat besar, dan kamu meletakkannya lalu kamu berbaring di tengahnya, maka kamu akan membuat jarak sosial,” katanya.

Dia menambahkan mengadakan acara memasak bersama tetangga di mana masing-masing keluarga membawa alat makan mereka sendiri untuk memanggang daging dan makan bersama sambil menjaga jarak juga bisa dilakukan untuk menikmati musim panas di tengah pandemi.

Untuk orang dewasa lajang yang mencari cinta di musim panas, Goldsmith merekomendasikan untuk mengadakan kencan melalui obrolan video. Mereka dapat saling memesan makanan dan menonton acara atau film yang sama di Netflix. Mereka masing-masing bahkan dapat membuat makanan yang sama sambil menonton video tutorial bersama.

“Melakukan ini sebenarnya dapat memungkinkan pasangan untuk lebih mengenal satu sama lain lebih baik daripada jika mereka pergi keluar,” kata Goldsmith.

Pandemi virus corona telah benar-benar memaksa hampir setiap orang untuk kreatif dan terus mencari tahu agar tetap bisa menikmati hidup di tengah masa krisis. *

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version