Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Penelitian: Makan Cepat Bisa Bikin Gemuk

Topcareer.id – Penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi banyak makanan dengan cepat, mengekang pelepasan hormon usus tertentu yang membuat Anda merasa kenyang.

Hasilnya, tubuh kamu tidak mendapatkan memo bahwa sudah waktunya untuk berhenti makan dan itu dapat menyebabkan makan berlebihan. Itu bukan pertanda baik bagi gaya hidup yang serba cepat.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa makan lambat bisa menjadi kunci untuk porsi yang sehat. Dilaporkan oleh WebMD, mengungkapkan bahwa diperlukan waktu paling tidak 12 menit untuk sinyal kenyang untuk mencapai otak pada individu kurus dan setidaknya 20 menit untuk orang gemuk.

Baca Juga: Waspada, Kegemukan Mengundang Asma

“Temuan kami memberikan beberapa wawasan tentang aspek konsumsi berlebih makanan modern, yaitu fakta bahwa banyak orang, yang ditekan oleh tuntutan kondisi kerja dan hidup, makan lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih besar daripada di masa lalu,” kata ketua peneliti studi ini, Alexander Kokkinos dari Rumah Sakit Umum Laiko di Athena, Yunani.

“Peringatan yang diberikan kepada kita ketika anak-anak bahwa ‘memakan makananmu akan membuatmu gemuk,’ mungkin sebenarnya memiliki penjelasan fisiologis.” tambahnya, mengutip livescience

Dalam studi tersebut, para peserta semua makan sekitar satu cangkir (300 ml) es krim selama dua sesi berbeda di mana para pemakan membutuhkan waktu 5 menit dan 30 menit untuk menyelesaikannya. Peneliti mengambil sampel darah dari pemakan pada awal camilan dan pada interval 30 menit selama 3,5 jam berikutnya.

Para pemakan yang lambat memiliki konsentrasi dua hormon usus yang lebih tinggi, peptida YY dan peptida seperti glukagon yang dilepaskan oleh lambung setelah makan dan bertindak di otak untuk memberi sinyal rasa kenyang.

Untuk para pemakan lambat juga memiliki tingkat atau rasa kenyang yang lebih tinggi dibandingkan dengan para pemakan cepat.**(RW)

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply