Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, September 20, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Penyakit Gigi dan Gusi Bisa Dikaitkan dengan Demensia

Dok/Dentist in Knoxville

Topcareer.id – Prediksi kesehatan bisa dimulai saat ini juga, bahkan dengan cara sederhana seperti mengecek kesehatan mulutmu. Sebuah tim peneliti dari University of Minnesota mengatakan bahwa penyakit gusi dapat dikaitkan dengan kerusakan kognitif ringan dan demensia.

Pada dasarnya, jika mulutmu dengan kondisi yang kasar saat ini, penelitian baru ini menasihati bahwa kamu tengah menempatkan diri pada risiko yang jauh lebih tinggi dari demensia, atau masalah kognisi hingga 20 tahun kemudian.

Studi yang dikutip dari The Ladders itu menyampaikan, penyakit gusi parah yang telah berkembang ke titik irreversibilitas dan kehilangan gigi, tampaknya berkorelasi paling kuat dengan masalah otak berikutnya.

Jadi, semakin buruk penyakit gusi, semakin tinggi peluang untuk mengalami masalah kognitif di kemudian hari.

Baca juga: Lakukan Ini pada Kaki, Tangan, Gigi dan Kulit Kamu Sebelum Tidur Malam

Sudah lebih dari cukup nasihat untuk merawat gigi kita, dengan menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan gigi secara teratur. Tetapi, penelitian ini menambah alasan lain untuk membuat sikat gigi tetap praktis.

Demensia, yang paling sering dikaitkan dengan Alzheimer, adalah penyakit yang unik dan jahat karena merampas orang dari komoditas yang mungkin paling dihargai, pikiran mereka.

“Kami melihat kesehatan gigi orang selama periode 20 tahun dan menemukan bahwa orang dengan penyakit gusi paling parah pada awal penelitian kami memiliki sekitar dua kali risiko gangguan kognitif ringan atau demensia pada akhirnya,” jelas penulis penelitian Ryan T. Demmer, Ph.D., MPH, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Minnesota, dalam rilisnya.

 “Namun, kabar baiknya adalah bahwa orang dengan kehilangan gigi dalam tingkat minimal, dan penyakit gusi ringan, tidak lebih mungkin mengembangkan masalah berpikir atau demensia daripada orang tanpa masalah gigi.”

Proyek penelitian ini adalah inisiatif jangka panjang yang berlangsung selama rata-rata 18 tahun. Sebanyak 8.275 orang dewasa yang bebas demensia, dengan usia rata-rata 63 pada awal penelitian, mengambil bagian dalam proyek ini.

Baca juga: Cara Praktis Putihkan Gigi Tanpa ke Dokter Gigi

Dilihat dari studi ini, jelas bahwa orang-orang dengan penyakit gusi yang sangat menyusahkan dan kehilangan gigi yang meluas mengembangkan demensia dalam jumlah yang lebih besar daripada orang-orang dengan kesehatan mulut yang umumnya kuat.

Menurut perhitungan tim peneliti, peserta yang tidak memiliki gigi dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan gangguan kognitif ringan atau demensia dibandingkan orang-orang dengan mulut yang sehat.

Mereka yang memiliki penyakit gusi sedang sampai parah memiliki risiko 20% lebih tinggi mengalami gangguan kognitif atau demensia.

Namun, para peneliti menekankan bahwa temuan mereka hanya mengkonfirmasi hubungan antara penyakit gusi dan masalah otak di kemudian hari, dan dengan demikian, tidak dapat membuktikan penyebabnya.(Feb)

Leave a Reply