Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Studi: Mendengarkan Musik Ekstrim dengan Volume Tinggi bisa Bikin Bahagia

Sumber foto: ShutterstockSumber foto: Shutterstock

Topcareer.id – Peneliti Dr Genevieve Dingle dan mahasiswa Sekolah Psikologi Universitas Queensland, Australia, Leah Sharman menerbitkan studi “Musik Metal Ekstrim dan Pemrosesan Kemarahan” dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience.

Mereka menemukan bahwa musik ekstrem yang keras (termasuk metal, emo, punk, death metal, dan screamo) sebenarnya dapat membantu menenangkan pendengar yang marah.

Studi tersebut melibatkan tiga puluh sembilan pecinta musik ekstrem (usia 18-34), tiga perempat penduduk asli Australia, dan seperempat dari negara-negara di seluruh dunia.

Saat detak jantung mereka dipantau, para peserta diminta untuk menggambarkan situasi frustasi (hubungan, keuangan, atau pekerjaan) selama 16 menit. Denyut jantung mereka dicatat untuk membuat dasar perbandingan.

Setelah apa yang para peneliti beri label sebagai periode induksi amarah, para pecinta musik dibagi menjadi dua kelompok. Sebelumnya, satu kelompok telah diberi tahu untuk membawa musik ekstrem pilihan mereka ke perangkat dengar pribadi.

Baca juga: Studi: Orang Marah Memproduksi Ide Lebih Kreatif dan Cepat

Peneliti menyatakan dalam penelitian bahwa setengah dari musik memiliki tema marah atau agresif, sedangkan sisanya memiliki materi pelajaran sedih atau isolasionis. Selama sepuluh menit setelah periode induksi amarah, satu kelompok mendengarkan musik, sementara yang lain duduk diam.

“Kami menemukan musik mengatur kesedihan dan meningkatkan emosi positif,” kata Sharman dalam sebuah artikel di The Huffington Post. “Musik membantu mereka menjelajahi keseluruhan emosi yang mereka rasakan, tetapi juga membuat mereka merasa lebih aktif dan terinspirasi.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat permusuhan, marah, dan stres menurun setelah musik diperdengarkan, dan perubahan paling signifikan yang dilaporkan adalah tingkat inspirasi yang mereka rasakan.

Sementara populasi penelitian terbatas pada orang-orang yang merupakan penggemar musik ekstrem dalam kondisi terkontrol di laboratorium, para peneliti yakin hasilnya masih menjamin penyelidikan lebih lanjut dalam pengaturan yang lebih alami.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply