Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, September 28, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

WHO: Meski Jarang Terjadi, Pasien Covid-19 yang Sembuh Bisa Terinfeksi Lagi

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan berdasar penelitian di Hong Kong baru-baru ini, meskipun jarang, ada kemungkinan orang yang telah pulih dari Covid-19 dapat terinfeksi kembali.

Pada Senin (24/8/2020), para peneliti merilis sebuah penelitian yang menemukan apa yang tampaknya menjadi kasus infeksi ulang Covid-19 pertama yang terdokumentasi, pada seorang pria berusia 33 tahun.

Pria itu pertama kali terinfeksi pada akhir Maret dan kemudian terinfeksi lagi sekitar 4 setengah bulan kemudian, menurut STAT News.

“Ini tidak berarti hal itu sering terjadi, kami tahu itu mungkin,” kata Maria Van Kerkhove, Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO, Rabu (26/8/2020), mengutip laman CNBC.

“Itu adalah sesuatu yang kami tahu bisa jadi mungkin, berdasarkan pengalaman kami dengan virus corona manusia lainnya.”

Meskipun masih banyak yang belum diketahui tentang SARS-CoV-2 (virus yang menyebabkan Covid-19), para peneliti tahu bahwa orang yang terinfeksi mengembangkan beberapa respons antibodi terhadap penyakit tersebut setelah mereka pulih.

Baca juga: WHO Peringatkan Penyebaran Virus Corona Kini Didorong Anak Muda

Namun, menurut Van Kerkhove, para peneliti belum mengetahui berapa lama kekebalan itu bertahan. Kasus Hong Kong juga diyakini bukan satu-satunya saat seseorang terinfeksi virus corona dua kali, meski itu kasus pertama yang terdokumentasi.

“Ini adalah salah satu contoh dari 23,5 juta kasus sejauh ini, tetapi kami berharap orang yang terinfeksi mengembangkan respons antibodi, mereka mengembangkan respons imun yang bertahan untuk beberapa waktu, jadi kami belajar,” katanya.

Van Kerkhove menegaskan bahwa untuk memastikan apakah seseorang telah terinfeksi atau tidak, mereka harus terus mengikuti pedoman jarak sosial yang disarankan, mengenakan masker wajah dan mengikuti tindakan pencegahan kesehatan yang direkomendasikan lainnya.

Studi ini juga tidak mengubah kemajuan yang sedang dibuat menuju vaksin virus corona, Van Kerkhove menambahkan. Lebih banyak pengetahuan tentang bagaimana tubuh merespons vaksin potensial akan ditemukan melalui uji klinis, yang sedang berlangsung.

“Orang-orang berpikir, ‘oh, ini berarti vaksin tidak akan berhasil.’ Bukan itu artinya. Kami masih mengembangkan vaksin, dan ada kemajuan luar biasa yang dibuat untuk hal ini.” ujarnya.**(Feb)

Leave a Reply