Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sunday, September 27, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

7 Tips Hadapi Boss Psikopat

Topcareer.id – Tahukah kamu bahwa beberapa bos sebenarnya adalah psikopat? Menurut sebuah penelitian di Australia, 1 dari 5 eksekutif perusahaan secara klinis menunjukkan ciri-ciri psikopat.

Bahkan bos terbaik sekalipun terkadang bisa terlihat seperti seorang tiran. Tapi, secara umum tingkat psikopat adalah 1 dari setiap 100 oran, mengutip TheJobNetwork.

Namun terlepas dari itu semua, apakah atasan kamu psikotik atau tidak, berikut ini 7 strategi yang bisa kamu gunakan untuk mengurangi potensi dalam menghadapi bos yang buruk.

Baca Juga: Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Berteman dengan Bos

  1. Tentukan apa yang kamu hadapi
    Apakah atasan kamu hanya mengalami hari yang buruk, atau dia memang seperti itu sepanjang waktu? Pikirkan terlebih dahulu tentang apa yang mungkin menyebabkan perilaku buruk dari bos kamu. Mungkin tidak membenarkannya, atau membuat perilaku itu lebih menyenangkan untuk dihadapi, tetapi setiap orang pasti pernag mengalami hari yang buruk. Penting untuk mempertimbangkan apakah ini benar-benar cara kerja standar atasan kamu, atau hanya masalah sekali jalan.
  2. Tuliskan semuanya
    Jika atasan kamu adalah pembuat kekacauan dengan terlalu sering meminta sesuatu yang tidak masuk akal, kemudian mengklaim bahwa kamu tidak diminta untuk melakukannya, itu adalah kata-kata yang jelas bertentangan dan merugikanmu. Biasakan menulis atau mencatat apapun terutama saat kamu diberi instruksi lisan oleh atasan kamu, lalu konfirmasikan dalam email singkat agar setiap orang memiliki catatan tertulis tentang apa yang didiskusikan / diperintahkan.
  3. Berhenti dan tarik napas
    Jika mengalami konflik dengan bos, langsung bereaksi dengan reaksi yang memanas bisa menjadi sesuatu yang akan kamu sesali nantinya. Cobalah untuk luangkan waktu sebentar, bernapaslah, dan pikirkan reaksi kamu.
  4. Ketahui dan hindari pemicunya
    Apakah atasanmu selalu lepas kendali ketika seseorang terlambat? Berhati-hatilah dengan waktu kedatanganmu. Atau bos kamu sering mengoceh tentang kesalahan ketik di email? Biasakan koreksi ulang dua kali sebelum mengirim email. Jika ada pola dalam perilaku Angry Boss, ketahui polanya dan pelajari cara menangkal pemicu tersebut sebelum terjadi.
  5. Gunakan strategi komunikasi
    Ini adalah metode terapeutik yang umum untuk meningkatkan komunikasi. Gunakan kemampuan mendengarkan secara aktif dengan mengulang kembali apa yang dikatakan, dan meminta klarifikasi jika perlu. Banyak konflik disebabkan oleh orang-orang yang tidak merasa didengarkan atau dipahami, jadi jika atasan kamu mengira dirimu tidak mendengarkan, hal itu dapat meningkatkan konflik.
  6. Jangan biarkan hal itu menggagalkanmu
    Banyak pekerjaan yang harus kamu lakukan, dan jika kamu membiarkan hubungan yang beracun dengan atasan memengaruhi pekerjaan dan perilaku kamu, itu tidak akan membantumu. Cobalah untuk tidak tersinggung atau membiarkannya mempengaruhi kualitas pekerjaanmu.
  7. Lapor jika perlu
    Jika perusahaan memiliki cara untuk menyampaikan keresahanmu terhadap apa yang terjadi dalma aktivitas kerja sehari-hari ke HRD dan kamu merasa hal-hal tersebut mencapai titik puncak, pertimbangkan untuk menyampaikan masalah kepada mereka. Pertimbangkan untuk menemukan cara internal (dan netral) untuk mengemukakan situasi tersebut.

Setiap orang pasti pernah memiliki bos yang beracun di beberapa titik dalam kariernya. Apa pun itu, jangan biarkan hal itu merusak kehidupan profesional kamu untuk saat ini.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply