Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, September 29, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Penelitian: Kosta Rika Kembangkan Anti Virus Corona Murah dari Antibodi Kuda

Topcareer.id – Para peneliti di Kosta Rika melakukan uji coba pengobatan virus corona murah berdasarkan antibodi yang diambil dari kuda yang disuntik dengan SARS-Cov-2, virus yang menyebabkan COVID-19.

Penelitian ini dikembangkan oleh Clodomiro Picado Institute (ICP) Universitas Kosta Rika, obat antibodi kuda akan diuji pada 26 pasien mulai pertengahan September, kata Roman Macaya, presiden Dana Jaminan Sosial yang mengelola pusat kesehatan masyarakat di Kosta Rika.

Pihak berwenang Kosta Rika berharap dapat mulai menerapkan pengobatan secara lebih luas di rumah sakit jika hasil dari studi fase 2 baik. Ada 471 pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit di Kosta Rika.

Baca Juga: Tiga Hal yang Harus Dilakukan untuk Tetapkan Batasan Kerja Saat WFH

“Kami bangga mengetahui bahwa produk ini akan menyelamatkan nyawa sampai vaksin mencapai populasi,” kata Alberto Alape, koordinator proyek di ICP.

“Kami melakukannya dengan sumber daya kami, tanpa harus antre atau bersaing dengan negara lain, seperti yang dapat dilihat dengan kemungkinan vaksin.” Tambahnya.

Upaya serupa juga sedang dilakukan di Argentina dan Brasil, sementara ilmuwan di Belgia menggunakan hewan llama.

Peneliti Kosta Rika mengatakan metode mereka untuk pengobatan SARS-Cov-2 didasarkan pada pengalaman menggunakan antibodi kuda untuk mengembangkan anti-bisa ular.

Mereka mengimpor protein virus dari China dan Inggris dan menyuntikkannya ke enam dari 110 kuda yang digunakan IPC untuk pengujian.

Beberapa minggu kemudian, ketika hewan tersebut mengembangkan cukup antibodi, mereka akan mengekstraksi darah dan menggunakan antibodi dari plasma sebagai bahan mentah untuk serum yang dapat disuntikkan.

Jika berhasil, para peneliti mengatakan mereka ingin berbagi perawatan murah dengan negara Amerika Tengah lainnya, yang sebagian besar lebih miskin daripada Kosta Rika.

“Selain prinsip solidaritas dan fakta bahwa ini telah dilakukan dengan anti racun untuk gigitan ular, kami tahu bahwa dalam pandemi, kesejahteraan seseorang terkait dengan kesejahteraan warga sekitar,” kata Alape.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply