Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, September 25, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

China Jalani Uji Coba Vaksin Virus Corona Tanpa Jarum Suntik

Topcareer.id – China pada Rabu (9/9) menyetujui fase pertama pengujian manusia untuk vaksin semprotan hidung yang merupakan vaksin uji coba pertama untuk virus corona yang tidak memerlukan suntikan jarum.

Vaksin semprot itu dikembangkan bersama oleh para peneliti di Universitas Xiamen dan Universitas Hong Kong dengan bantuan pembuat vaksin Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise, Bloomberg melaporkan.

Sebelumnya, metode semprotan intranasal telah digunakan untuk memberikan vaksin flu bagi orang-orang yang mencari alternatif suntikan.

Baca Juga: Uji Coba Vaksin Virus Covid-19 dari Oxford Dihentikan Sementara Akibat Ada Partisipan Sakit

Vaksin terbaru ini menandai kandidat ke-10 dari China yang memasuki uji coba pada manusia. Pengumuman itu datang ketika perusahaan yang bermarkas di Inggris, AstraZeneca terpaksa menghentikan uji coba manusia tahap akhir dari vaksin virus corona potensial setelah penyakit sumsum tulang belakang terdeteksi pada seorang pasien yang menerima suntikan.

Pengembang vaksin China yang canggih seperti CanSino Biologics dan China National Biotec Group telah meyakinkan keefektifan produk mereka di tengah kemunduran yang dialami oleh AstraZeneca.

CanSino mengatakan suntikannya telah aman dalam uji coba dan tidak menimbulkan efek samping yang parah.

Baca Juga: Survei: 74% Orang di Dunia Bersedia Diimunisasi Vaksin Covid-19

Namun, kendala yang dihadapi CanSino adalah membuat negara lain mengizinkan uji coba di luar negeri. Kritikus skeptis tentang vaksin buatan China karena diduga memicu lebih sedikit antibodi daripada produk lain yang saat ini dalam analisis uji coba.

Zhu Tao, salah satu pendiri dan kepala ilmuwan CanSino, membela vaksin perusahaan tersebut dari kritik, ia mengatakan bahwa variasi dalam pembacaan antibodi disebabkan oleh metode pengukuran yang berbeda.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply