Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Thursday, October 1, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Ingin dapat Pekerjaan? Hindari 10 Kebiasaan Buruk Ini saat Melamar (Bagian 1)

Ilustrasi. (Dok, Jobhouse)

Topcareer.id – Setiap pelamar kerja selalu ingin menonjolkan kualitas dan keahlian terbaik mereka saat melamar pekerjaan.

Kerap kali, kandidat terburu-buru dalam menjalani proses ini dengan mencoba mengeluarkan sebanyak mungkin aplikasi. Dan ini adalah rumus untuk membuat kesalahan atau kesan pertama yang buruk, tulis Marc Rodgers, Perekrut bilingual senior untuk klien Hudson RPO GSK.

Agar tak terjebak dalam kesalahan yang ebrulang, berikut 10 kebiasaan buruk yang dapat mengganggu perekrut, serta menyebabkan aplikasi kamu sebagai pelamar bisa ditolak.

Bagian pertama dari artikel.

1) Menggunakan font miring
Rekruter yang melihat resume kamu dengan tulisan miring mungkin jadi harus membaca berulang kali. Huruf miring / skrip/forte sulit dipandang dan ini dapat menyebabkan rekruter kehilangan kesabaran. Hasilnya? Resume kamu bisa jadi langsung disingkirkan.

Baca juga: Setop Kebiasaan Menunda, Yuk Mulai Melamar Kerja

2) Tidak mencantumkan nomor telepon dan alamat email pada kepala surat
Ada kalanya rekruter menemukan resume yang sangat bagus, sehingga perekrut mungkin ingin segera mengangkat telepon untuk menjadwalkan wawancara telepon atau pertemuan tatap muka. Jika nomor telepon dan alamat email kamu tidak ada, perekrut perlu membaca kembali resume kamu dan berusaha mencari informasi.

Ini mungkin tampak remeh, tetapi coba pikirkan jika rekruter menemukan resume yang sama baiknya dengan kamu namun semua informasi kontak pelamar tersedia dengan jelas, tentu perekrut akan lebih memilih menghubungi pesaing kamu.

3) Menggunakan surat pengantar umum
Ingatlah bahwa HRD setiap perusahaan memiliki pengamatan yang jeli untuk membedakan jenis resume yang spesifik maupun yang umum. Maka dari itu siapkanlah resume yang berbeda-beda untuk setiap perusahaan dan posisi pekerjaan yang kamu lamar.

Jangan gunakan resume yang sama untuk semua lamaran kerja kamu, perhatikan spesifikasi dan jenis perusahaan yang kamu lamar. Jika kamu tidak dapat berusaha menyesuaikan surat lamaran dengan pekerjaan spesifik dari setiap perusahaan yang berbeda, perusahaan enggan mengambil risiko untuk mempekerjakanmu karena kamu akan dianggap sebagai individu yang tidak kreatif dan pemalas.

Baca juga: 5 Orang yang Harus Masuk Daftar Referensi saat Melamar Kerja

4) Melamar banyak sekali pekerjaan dalam satu waktu
Orang yang melamar banyak pekerjaan dalam waktu singkat, misalnya dalam seminggu mengirimkan puluhan lamaran ke banyak perusahaan, maka dengan sangat cepat ia akan mendapatkan reputasi sebagai seseorang yang tidak meluangkan waktu untuk benar-benar mempertimbangkan apakah mereka cocok untuk pekerjaan itu.

Banyak sistem pelacakan pelamar (ATS) memiliki kemampuan untuk menunjukkan berapa banyak pekerjaan yang telah dilamar kandidat di perusahaan perekrut atau manajer perekrutan.

5) Menggunakan huruf kapital untuk menulis nama lengkap
Ini bukan masalah besar, tetapi dengan beberapa jenis perangkat lunak, ketika tiba waktunya untuk mempekerjakan kamu, departemen HRD dan penggajian perlu mengubah nama kamu secara manual agar tidak menggunakan huruf besar.

Memang hal ini tidak menghalangi kamu untuk diterima bekerja, namun ini kurang disukai oleh HRD dan bisa merepotkan mereka.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply