Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, October 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Ilmuwan Kembangkan Mata Bionik Bagi yang Kehilangan Penglihatan

Sumber foto: news-medical.net

Topcareer.id – Ilmuwan dari AS dan Hong Kong telah mengembangkan mata sintetis yang berfungsi sangat mirip dengan aslinya.

Dengan sensor yang meniru fotoreseptor yang ditemukan di mata manusia, prototipe “bionik” yang baru suatu hari nanti dapat digunakan untuk memulihkan penglihatan pada orang yang kehilangan penglihatan.

Disebut sebagai “mata biomimetik” oleh tim peneliti, perangkat tersebut merupakan perpaduan antara teknologi modern dan desain alami. Ini terdiri dari retina buatan setengah bola dan serangkaian sensor yang menangkap dan menyampaikan gambar langsung. Membuatnya berinteraksi dengan otak manusia.

Pengobatan modern sangat luar biasa. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan dan dokter telah menemukan cara untuk mengganti beberapa komponen vital tubuh dengan versi buatan yang dapat memulihkan kualitas hidup seseorang, atau bahkan menyelamatkannya dari kematian.

Baca juga: Akibat Pandemi, Bartender Manusia Tersingkir Diganti Robot

Mata, bagaimanapun, cukup istimewa, dan cara mereka berkomunikasi dengan otak berarti merancang yang artifisial, dan implantasi tidak sesederhana plug and play. Membuat perangkat untuk berinteraksi dengan otak manusia adalah rintangan besar.

Tantangan terbesar yang telah diatasi para peneliti adalah menjejalkan teknologi ke dalam bentuk bola yang berpotensi digunakan sebagai implan. Mereka belum benar-benar menguji perangkat tersebut pada makhluk hidup, tapi itu pasti akan segera dilakukan

Seperti yang dilaporkan Daily Mail, para peneliti sudah menyiapkan uji coba pada hewan dan manusia. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Dalam kondisi saat ini, kemampuan mata untuk merender gambar bukanlah yang terbaik. Ini menghasilkan gambar beresolusi rendah yang mampu merender huruf alfabet tetapi gambar yang lebih rumit akan membutuhkan kepadatan sensor yang lebih tinggi.

Baca juga: Robot Hewan Peliharaan untuk Hilangkan Kesepian Lansia yang Sedang Diisolasi

Para peneliti mengatakan bahwa seiring perkembangan teknologi, kepadatan sensor dan resolusi gambar yang dihasilkan benar-benar dapat mengalahkan mata manusia yang sebenarnya. Mata sintetis juga sedang dipertimbangkan untuk aplikasi robotika.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply