Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, October 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Mengenal Ragam Jenis Senyum, Beserta Artinya (Bagian 1)

Dok. Awareness Day

Topcareer.id – Pada tahun 1924, percobaan yang tidak biasa dilakukan di Universitas Minnesota tentang jenis-jenis senyuman yang tidak pernah disadari sebelumnya.

Eksperimen dilakukan oleh seorang siswa pascasarjana Carney Landis, di mana dia mengumpulkan beberapa teman, guru, dan pasien psikologi.

Landis ingin tahu apakah pengalaman yang berbeda membawa ekspresi wajah yang sama untuk orang-orang ini. Dia membuat anggota penelitian menghadapi berbagai lelucon aneh dan memotretnya selama tiga jam.

Ia juga memberi beberapa jenis tontonan, termasuk memperlihatkan seekor tikus putih yang dipenggal.

Apa yang diungkap foto-foto itu mengejutkan. Kebanyakan orang bereaksi bahkan terhadap kondisi yang paling ekstrim dengan senyuman paling aneh. Pria itu tidak menemukan ekspresi lain yang lebih khas daripada senyuman untuk sebagian besar situasi.

Baca juga: Pasang Senyum Palsu di Kantor Merugikan! Ini Alasannya

Biasanya, orang yang sering tersenyum dianggap sebagai orang yang bahagia dan baik hati. Tetapi hasil penelitian membuat ia berpikir sebaliknya.

Hasil penelitian memastikan setiap senyuman tidak bisa memastikan orang tersebut juga tersenyum di balik senyumnya. Beberapa bisa saja menjadi topeng untuk menyembunyikan perasaan batin.

Berikut penjelasan jenis senyuman yang berbeda tentang jenis senyuman yang diberikan oleh seseorang.

Bagian pertama dari artikel.

Baca juga: Awas, Tersenyum Bisa Membunuh Kesempatan Kerja!

Senyum Duchenne
Seorang ahli saraf abad ke-19, Duchenne de Boulogne adalah bapak elektroterapi. Dia tertarik pada mekanisme ekspresi wajah. Suatu ketika dia mendapatkan seorang pria dengan ketidaksensitifan wajah. Dia melakukan percobaan padanya dengan memasang elektroda di wajahnya.

Serangkaian senyuman ia tampilkan melalui foto-fotonya. Salah satu yang paling terkenal saat ia memotret seorang pria dengan seringai lebar. Jenis senyuman seperti itu kemudian disebut senyuman Duchenne.

Senyum takut
Senyuman Duchenne mungkin tampak wajar, tetapi beberapa ilmuwan menganggapnya sangat mirip dengan seringai ketakutan simpanse. Orang jarang berpikir bahwa senyuman juga bisa menjadi hasil dari rasa takut.

Seringai lebar yang sering dianggap sebagai senyuman paling alami, umumnya terkadang terlihat juga ketika seseorang takut akan sesuatu. Senyum tersebut mungkin dilakukan untuk menguatkan diri dalam menghadapi ketakutannya.

Baca juga: Ingin Dapat Pacar di Tinder? Setop 4 Kebiasaan Ini

Senyum sedih
Senyuman itu spontan tetapi tidak selalu karena kegembiraan. Sedikit asimetri dalam garis senyum dan seringai sering kali muncul dari penderitaan. Ini memberikan ekspresi kesedihan yang dalam meski ada senyum yang ditampilkan. Banyak orang yang terlibat dalam eksperimen Landis menunjukkan seringai seperti itu saat mereka menonton film yang ofensif.

Senyum kabut
Ada suatu masa ketika orang tersenyum dengan gigi terbuka terlalu lebar, bukanlah merupakan hal yang berkelas. Hal itu kemudian dibawa oleh beberapa bangsawan Prancis ke dalam budayanya agar orang-orang di sana lebih menahan senyum mereka.

Senyum ini dilakukan dengan menekan otot-otot wajah yang terlibat saat tersenyum, itulah yang dimaksud dengan senyum kabut. Itu adalah senyuman yang muncul ketika seseorang mencoba untuk menahan senyum bahagia alaminya agar tidak berlebihan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply